Eddy Soeparno: Pengembangan Industri Karbon Indonesia Menuju Jalur yang Tepat
Sumber Foto: detikNews
Nasional

Eddy Soeparno: Pengembangan Industri Karbon Indonesia Menuju Jalur yang Tepat

Jurnal Indonesia -

Home

Berita

Jabodetabek

Internasional

Hukum

detikX

Kolom

Blak blakan

Pro Kontra

Infografis

Foto

Video

Indeks

Rahmat Khairurizqi - detikNews

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan progres pengembangan indusri karbon nasional sudah berada di jalur yang tepat atau 'on the right track'.

Hal ini dikatakan Eddy setelah menghadiri dan memberikan masukan pada Rakor Terbatas Komite Pengarah (Komrah) Ekonomi Karbon, yang dipimpin langsung Menko Pangan, Zulkifli Hasan, Jumat, (27/2) di Jakarta.

"Pertemuan Komrah hari ini sangat penting karena yang sedang kita bangun bukan hanya mekanisme perdagangan karbon, tetapi fondasi ekonomi karbon Indonesia yang akan menentukan arah dan daya saing nasional di masa depan," ujar Eddy dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).

"Kami sungguh mengapresiasi kepemimpinan Pak Menko Pangan yang langsung 'berlari kencang' menindak lanjuti Perpres 110 tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon dengan menkoordinasikan segenap kementerian dan lembaga dan mengurai berbagai hambatan di dalam proses pembentukan sektor ekonomi karbon," lanjutnya.

Baca juga: Bangun Kesiapsiagaan Bencana, Waka MPR Soroti Tanggung Jawab Bersama

Lebih lanjut, Eddy mengatakan saat ini sudah banyak proyek karbon yang bersiap untuk diluncurkan. Namun prosesnya menunggu pembentukan ekosistem perdagangan karbon yang saat ini sedang dikoordinasikan.

"Para pemangku kebijakan di antaranya adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan OJK saat ini terus mempersiapkan sistem pencatatan yang dikenal dengan Sistem Registrasi Unit Karbon (SRUK)," jelas Eddy.

Doktor Ilmu Politik UI ini menjelaskan dari perspektif kebijakan publik dan investasi, fase persiapan ini harus dipandang sebagai fase menjaga momentum. Banyak proyek karbon telah memulai persiapan teknis, finansial, dan kelembagaan.

Oleh karena itu, lanjut Eddy, yang dibutuhkan saat ini adalah kepastian bahwa proyek-proyek tersebut memiliki jalur yang jelas menuju monetisasi karbon dan integrasi ke dalam sistem nasional.

"Kita harus memberi sinyal kuat kepada investor bahwa Indonesia serius membangun 'low carbon economy', sekaligus memberi ruang bagi industri domestik untuk melakukan dekarbonisasi secara bertahap dan terukur agar tetap kompetitif di pasar global yang semakin rendah karbon," ungkapnya.

Baca juga: Eddy Soeparno: Krisis Iklim Adalah Ancaman terhadap Ketahanan Nasional

Mengenai progres pengembangan SRUK, Eddy menegaskan bahwa ini bukan sekadar sistem pencatatan, tetapi fondasi kepercayaan pasar. Menurutnya, ekonomi karbon bertumpu pada integritas data, transparansi, dan keterlacakan.

"Oleh karena itu, SRUK harus mampu menjamin transparansi sekaligus mentaati standar internasional, sehingga kredibilitas pasar karbon Indonesia diakui secara global," ungkap Eddy.

"Lebih dari itu semua, sistem ini perlu dibangun dengan tata kelola yang kuat, keamanan yang andal, serta kesiapan untuk berinteraksi dengan ekosistem internasional. Kepercayaan terhadap sistem akan menentukan kepercayaan terhadap pasar," lanjutnya.

"Saya optimis melalui kekompakan yang terjalin dari segenap pemangku kebijakan lintas kementrian dan lembaga di bawah kepemimpinan Menko Pangan, Indonesia akan memiliki industri karbon yang kuat dan kredibel, yang dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi negara dari udara yang bersih dan hutan yang sehat," pungkasnya.

Tonton juga video "Waka MPR Eddy Soeparno soal Pramono di Retret Magelang"

[Gambas:Video 20detik]

(akd/ega)

mpr ri eddy soeparno ekonomi karbon industri karbon

Berita Terkait

Berita detikcom Lainnya

detikFinance

Prabowo Minta Bank Kucurkan Kredit Rakyat Bunga Maksimal 5%, OJK Buka Suara

Wolipop

Potret Tasya Farasya Recreate Gaya Anne Hathaway, Tampil Beda Berponi

detikInet

Bedanya Anak Sulung sampai Bungsu, Anak Tengah Sering Dilupakan?

detikSport

MotoGP Catalunya 2026: Joan Mir Kena Penalti, Bagnaia Naik ke Posisi 3

detikOto

Hasil Moto3 Catalunya 2026: Start dari Posisi 20, Veda Pratama Finis Ke-8

detikHot

Yono Bakrie Sudah Beda, Makan Gak Lagi Lihat Harga

detikNews

Polisi Bubarkan Remaja Hendak Tawuran di Jakbar, Celurit hingga Sinte Disita

part of

Connect With Us

Copyright @ 2026 detikcom.

All right reserved

Kategori

detikNews

detikEdukasi

detikFinance

detikInet

detikHot

detikSport

Sepakbola

detikOto

detikProperti

detikTravel

detikFood

detikHealth

Wolipop

detikX

20Detik

detikFoto

detikHikmah

detikPop

Layanan

berbuatbaik.id

Pasang Mata

Adsmart

detikEvent

Signature Awards

Trans Snow World

Trans Studio

Bingkai.id

Ziswafctarsa.id

Flying Over Indonesia

For Your Business

rekomendit

Community Connect

Informasi

Redaksi

Pedoman Media Siber

Karir

Kotak Pos

Media Partner

Info Iklan

Privacy Policy

Disclaimer

Jaringan Media

CNN Indonesia

CNBC Indonesia

Haibunda

Insertlive

Beautynesia

Female Daily

CXO Media