Makan Nasi Malam: Apakah Menyebabkan Kenaikan Berat Badan?
Sumber Foto: VOI.id
Lifestyle

Makan Nasi Malam: Apakah Menyebabkan Kenaikan Berat Badan?

Jurnal Indonesia - Makan nasi pada malam hari tidak secara langsung menyebabkan kenaikan berat badan, menurut ahli gizi Rupali Datta.

Awal Kejadian

Dalam program penurunan berat badan, nasi sering kali dianggap sebagai makanan yang harus dikurangi atau dihindari. Banyak orang memperdebatkan apakah mengonsumsi nasi pada malam hari dapat berpengaruh pada berat badan.

Perkembangan

Rupali Datta menjelaskan bahwa naik atau turunnya berat badan tergantung pada keseimbangan antara kalori yang dikonsumsi dan kalori yang dibakar tubuh. Ia menyatakan bahwa waktu konsumsi nasi, termasuk saat malam hari, bukanlah faktor utama yang menentukan berat badan. Jika asupan kalori harian lebih rendah daripada kalori yang digunakan tubuh, makan nasi saat malam tidak akan otomatis berdampak pada kenaikan berat badan. Ia menekankan pentingnya mengontrol porsi, merekomendasikan sekitar setengah hingga 1 cangkir nasi matang dalam sekali makan, serta memadukannya dengan sumber protein dan sayuran untuk menciptakan menu yang seimbang.

Ahli gizi Rujuta Diwekar juga menolak anggapan bahwa nasi harus dihindari untuk menurunkan berat badan. Ia menyarankan agar nasi yang dipilih adalah yang diproses minimal dan memberi jeda sekitar dua jam antara makan malam dan waktu tidur. Diwekar mengingatkan pentingnya menghindari makan berlebihan dan memilih jenis beras yang umum dikonsumsi di daerah masing-masing.

Ahli gizi Kavita Devgan menambahkan bahwa tidak ada satu jenis makanan yang lebih baik untuk semua orang. Ia menyarankan fokus pada ukuran porsi serta memastikan menu makan malam mencakup karbohidrat, protein, lemak sehat, dan sayuran dalam keseimbangan yang tepat.