Apresiasi MPR untuk BPOM dalam Mendukung UMKM dan Capaian WLA
Jurnal Indonesia - Jakarta, Upeks.co.id — Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyambangi Kantor Pusat Badan Pengawas Obat dan Makanan di kawasan Percetakan Negara, Jakarta, dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas berbagai isu strategis kebangsaan di sektor obat, makanan, dan kosmetik.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar. Dalam pertemuan hangat dan konstruktif itu, keduanya berdiskusi mengenai penguatan pengawasan obat dan makanan, peningkatan kualitas produk nasional, serta strategi mendorong daya saing industri dalam negeri, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bacaan Lainnya
Mahmud Al Ka’ani Nahkodai Hanura Maros, Janji Pengurus Akan Didominasi Usia Muda
Aston Makassar Hotel & Convention Center Gelar “Kid’s Hotel Adventure” Bersama 53 Siswa SD Gamaliel Makassar
Inifinityvoire Karya Mahasiswa Konsentrasi Pendidikan Tata Rias Angkatan 2023 Prodi S1 Jurusan Pariwisata dan Perhotelan FT UNM Tampil di Phinisi Point Mall
Abcandra memberikan apresiasi atas langkah-langkah BPOM di bawah kepemimpinan Prof. Taruna Ikrar yang dinilai semakin progresif mengantar go internasional pencapaian WLA terkhusus dalam mendukung UMKM agar naik kelas. Ia menilai kebijakan percepatan perizinan, pendampingan standar mutu, serta pembinaan berbasis risiko telah memberikan ruang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk tumbuh secara legal, aman, dan berdaya saing.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Dukungan regulasi yang adaptif dan pembinaan yang berkelanjutan dari BPOM menjadi kunci agar produk obat, makanan, dan kosmetik Indonesia tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga mampu menembus pasar global,” ujar Abcandra.
Sementara itu, Prof. Taruna Ikrar menegaskan komitmen BPOM untuk terus menghadirkan regulasi yang melindungi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pengawasan yang kuat tidak boleh menjadi hambatan inovasi, melainkan harus menjadi fondasi kepercayaan publik dan daya saing industri.BPOM, lanjutnya, terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk parlemen, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri obat dan makanan yang sehat, inovatif, serta berorientasi pada perlindungan konsumen.
Pertemuan tersebut menjadi simbol sinergi antara lembaga negara dalam memastikan kebijakan di bidang obat dan makanan berjalan selaras dengan agenda besar pembangunan nasional, sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.(rls)
Sebarkan
Navigasi pos
Pos sebelumnya Ketua Komisi D Ari Ashari Ilham Apresiasi Al-Madinah, Sukses Integrasikan Nilai Agama dan Akademik
Pos berikutnya Qalamuna; Cepat Bisa Menulis Huruf Hijaiah




