Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan untuk Generasi Muda di Sukawati
14:05 WITA
Gianyar
2601 Pengunjung
Anggota DPR RI, I Nyoman Parta melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Sukawati, Gianyar, sumber ; suaradewata.com
Gianyar, suaradewata.com – Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika digelar di Wantilan Pura Dalem Gede Sukawati, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Anggota DPR RI, I Nyoman Parta, Sekehe Teruna Teruni se-Desa Sukawati, serta tokoh adat dari 13 banjar di wilayah tersebut.
Kepala Desa Sukawati, Dewa Gede Dwi Putra, mengapresiasi kegiatan yang rutin dilaksanakan di Provinsi Bali itu. Ia menilai sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan penting bagi generasi muda untuk memahami nilai-nilai kebangsaan sekaligus peran dan tugas DPR RI dalam mewakili aspirasi masyarakat di tingkat nasional.
“Pemuda sebagai agen perubahan dan tulang punggung bangsa harus memahami Empat Pilar Kebangsaan. Kegiatan seperti ini penting untuk terus dilanjutkan hingga ke masing-masing desa dengan melibatkan berbagai pihak,” ujarnya.
Selain penguatan wawasan kebangsaan, kegiatan juga diisi sosialisasi bahaya narkoba dengan menghadirkan perwakilan Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali, Ni Putu Ananti. Ia menjelaskan dampak penggunaan narkoba terhadap kesehatan, di mana tubuh dipaksa bekerja di luar batas normal sehingga berisiko merusak organ vital.
Peserta diperkenalkan berbagai jenis narkotika dan obat terlarang dalam beragam bentuk, mulai dari bubuk, kristal, hingga cairan yang digunakan pada vape. Generasi muda diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang perayaan Nyepi yang kerap dimanfaatkan oknum tertentu untuk penyalahgunaan narkoba.
Menurut Ananti, kalangan pemuda saat ini menjadi sasaran baru peredaran narkoba sehingga edukasi berkelanjutan diperlukan untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif tersebut.
Sementara itu, I Nyoman Parta yang duduk sebagai anggota Komisi III DPR RI menekankan pentingnya menjalani kehidupan secara nyata dan tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Ia menyebut seseorang yang pernah menggunakan narkoba kerap disebut “pulih”, bukan benar-benar sembuh, sehingga pencegahan dinilai jauh lebih penting.
Politisi PDI Perjuangan itu turut membagikan perjalanan hidupnya hingga menjadi wakil rakyat di Senayan. Ia mengaku bukan berasal dari keluarga pejabat maupun orang kaya, namun mampu meraih posisi tersebut melalui konsistensi terhadap pilihan dan prinsip hidup.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti tantangan bangsa, termasuk upaya pelemahan budaya dan generasi muda. Bertepatan dengan Bulan Bahasa Bali, ia mengajak masyarakat untuk terus menggunakan Bahasa Bali dalam berbagai momentum karena memiliki nilai “taksu” atau kekuatan spiritual serta identitas budaya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Sosialisasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kebangsaan serta memperkuat ketahanan generasi muda Sukawati terhadap berbagai pengaruh negatif di tengah dinamika perkembangan zaman. gus/ari
TAGS:
Empat Pilar MPR RI
NKRI
Bhinneka Tunggal Ika,Pancasila
Sukawati




