Muhidin Said Dorong Penerapan Pancasila di Kalangan Penjahit Palu
Sumber Foto: Kaidah.ID
Nasional

Muhidin Said Dorong Penerapan Pancasila di Kalangan Penjahit Palu

PALU, KAIDAH.ID – Anggota DPR/MPR RI Dapil Sulawesi Tengah, Muhidin M. Said, menegaskan, nilai-nilai Pancasila harus dihadirkan dalam praktik ekonomi kreatif, termasuk dalam usaha para penata busana dan penjahit di Kota Palu. Hal itu disampaikannya dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Gedung Putih Tanaris, Senin, 16 Februari 2026.

Kegiatan yang diikuti para penata busana dan penjahit se-Kota Palu itu, berlangsung hangat dan interaktif. Dalam pemaparannya, Muhidin menekankan, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol formal semata.

“Pancasila bukan sekadar hafalan. Pancasila harus menjadi tindakan. Pancasila hadir dalam cara kita bekerja, berdagang, berinteraksi, bahkan dalam cara kita bermedia sosial,” tegas Muhidin di hadapan peserta.

Ia menjelaskan, implementasi lima sila Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam aktivitas usaha. Pada dimensi Ketuhanan, misalnya, ia mengingatkan pentingnya integritas dan kejujuran dalam menentukan kualitas bahan dan harga.

“Kejujuran adalah fondasi usaha yang berkelanjutan. Kalau kualitasnya baik, katakan baik. Kalau ada kekurangan, sampaikan dengan jujur,” ujarnya.

Pada dimensi Kemanusiaan, Muhidin menekankan pentingnya memperlakukan pekerja secara adil serta menolak praktik diskriminasi. Sementara dalam dimensi Persatuan, ia mengingatkan agar para pelaku usaha tidak mudah terprovokasi isu-isu yang memecah belah.

“Jangan sampai hanya karena informasi yang belum tentu benar, kita jadi saling curiga. Persatuan adalah kekuatan kita,” katanya.

Muhidin juga menyinggung tantangan era kecerdasan buatan dan globalisasi. Menurutnya, tanpa filter nilai Pancasila, kemajuan teknologi justru dapat mengikis identitas bangsa.

“Kalau setiap kebijakan berlandaskan keadilan sosial dan setiap perilaku masyarakat berlandaskan kemanusiaan, maka Indonesia bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi juga mulia secara peradaban,” ucapnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah peserta menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, seperti mahalnya harga gas dan sulitnya akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Muhidin memastikan aspirasi tersebut akan menjadi perhatian dalam fungsi pengawasan dan legislasi.

“Masukan ini penting. Kami akan kawal agar kebijakan pemerintah benar-benar berpihak pada pelaku usaha kecil,” katanya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Anggota DPR RI, Salihudin, memaparkan materi bertajuk Menjahit Pancasila dalam Ekonomi Kreatif Penata Busana Kota Palu. Ia menerangkan, 4 Pilar bukan sekadar konsep di tingkat pusat, tetapi menyentuh langsung praktik ekonomi sehari-hari.

“Setiap potongan kain dan setiap transaksi, adalah bagian dari praktik bernegara. Dari situ nilai Pancasila bisa hidup,” jelas Salihudin.

Ia menguraikan penerapan setiap sila dalam usaha jahit, mulai dari kejujuran dalam kualitas bahan, perlakuan adil terhadap karyawan, hingga pentingnya persatuan agar tidak saling menjatuhkan harga.

“Bersama lebih kuat daripada berjalan sendiri. Ekonomi Pancasila bukan soal teori, tapi soal kolaborasi konkret,” tegasnya.

Salihudin juga menyoroti relevansi Pasal 33 UUD 1945 tentang asas kekeluargaan dalam ekonomi. Ia mendorong pembentukan koperasi bahan baku, koperasi simpan pinjam, hingga platform pemasaran bersama untuk memperkuat daya tawar penjahit.

Dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika, ia mengajak para penata busana memanfaatkan kekayaan motif dan budaya Sulawesi Tengah sebagai identitas fashion lokal.

“Dari kain dan desain, kita bisa bercerita tentang jati diri daerah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dinamis dan diakhiri dengan kuis kebangsaan yang dibawakan Muhidin dan disambut antusias peserta. Suasana hangat tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai kebangsaan dapat disampaikan secara dialogis, membumi, dan relevan dengan kebutuhan pelaku ekonomi kreatif. (*)

(Ruslan Sangadji)

Tag

kaidah berita

Muhidin M. Said

Sosialisasi 4 Pilar MPR

Berita Terkait

Situasi di Halteng Berangsur Membaik, Warga Diminta Jaga Kerukunan

14 jam yang lalu

Insiden di Halteng, Ketua FKUB Malut Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Kedamaian

14 jam yang lalu

DKPP Gandeng UIN Datokarama Perkuat Etika dan Kualitas Demokrasi

2 hari yang lalu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

Dialektika

Baru

Rindu yang Tak Tertahankan: Wawancara Imajiner dengan Guru Tua

31/03/2026

Iwwadh: Lebaran Arab yang Hidup di Lembah Palu

22/03/2026

Tradisi Hagala, Cara Orang Palu Merayakan Kebahagiaan Lebaran

22/03/2026

Menakar Peluang Tiga Kandidat Ketua Kadin Sulteng

17/03/2026

Pilihan Redaksi

Situasi di Halteng Berangsur Membaik, Warga Diminta Jaga Kerukunan

14 jam yang lalu

Insiden di Halteng, Ketua FKUB Malut Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Kedamaian

14 jam yang lalu

DKPP Gandeng UIN Datokarama Perkuat Etika dan Kualitas Demokrasi

2 hari yang lalu

Haul Guru Tua di Palu, KH. Nusron Wahid: Bahaya Belajar Agama Tanpa Sanad

2 hari yang lalu

Berita Lainnya

Headline

Situasi di Halteng Berangsur Membaik, Warga Diminta Jaga Kerukunan

14 jam yang lalu

Headline

Insiden di Halteng, Ketua FKUB Malut Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Kedamaian

14 jam yang lalu

Headline

DKPP Gandeng UIN Datokarama Perkuat Etika dan Kualitas Demokrasi

2 hari yang lalu

Headline

Haul Guru Tua di Palu, KH. Nusron Wahid: Bahaya Belajar Agama Tanpa Sanad

2 hari yang lalu

Headline

Menag Nasaruddin Umar: UIN Datokarama Harus Hasilkan Ilmuwan dan Cendekiawan

2 hari yang lalu