MPR Dorong Revitalisasi Wisata Guci, Warga Minta Akses Pancuran 13 Gratiskan Kembali
Ringkasan Berita:
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani, bersama Wakil Menteri Agama dan anggota DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tegal, Senin (16/2/2026).
Dalam agenda tersebut, rombongan meninjau kawasan Pancuran 13 di Objek Wisata Guci guna melihat langsung kondisi pasca bencana sekaligus mendorong penataan
Dalam dialog bersama rombongan, tokoh masyarakat Guci Beni Khaeroni menyampaikan aspirasi warga agar akses ke kolam Pancuran 13 kembali digratiskan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, mendorong percepatan pemulihan dan penataan menyeluruh kawasan Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, pasca-terdampak bencana.
Hal itu ditegaskannya saat meninjau langsung kawasan Pancuran 13 bersama Wakil Menteri Agama dan anggota DPR RI, Senin (16/2/2026).
Di tengah upaya revitalisasi tersebut, muncul aspirasi kuat dari masyarakat setempat yang meminta agar akses ke kolam ikonik Pancuran 13 dikembalikan menjadi tanpa biaya alias gratis.
“Sejak awal Pancuran 13 dikenal sebagai pancuran gratis bagi masyarakat. Kami berharap ke depan tidak lagi dipungut biaya agar kembali menjadi daya tarik dan memberi manfaat luas bagi warga,” ujar tokoh masyarakat Guci, Beni Khaeroni, saat berdialog dengan rombongan MPR RI.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Subbagian Tata Usaha BKSDA Jawa Tengah, Nova Indri, menyatakan pihaknya terbuka untuk melakukan evaluasi pengelolaan kawasan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek konservasi dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Komitmen Penataan Kawasan Dalam kunjungannya, Ketua MPR Ahmad Muzani ke Guci Tegal menegaskan bahwa revitalisasi tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga keamanan dan keberlanjutan lingkungan.
Ia meminta adanya langkah konkret seperti reboisasi agar bencana serupa tidak terulang di masa depan.
“Kami ingin Guci kembali bangkit. Penataan kawasan harus dilakukan secara optimal dengan memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan,” jelas Muzani dalam rilis resmi yang diterima, Selasa (17/2/2026).
Sinergi Pemulihan Ekonomi
Sektor pariwisata Guci dilaporkan sempat mengalami penurunan kunjungan wisatawan secara drastis akibat dampak bencana.
Oleh karena itu, Muzani menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pemulihan wisata Guci.
Penataan komprehensif, termasuk evaluasi retribusi di Pancuran 13, diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan publik dan memperkuat posisi Guci sebagai destinasi unggulan di Jawa Tengah.
Melalui langkah ini, ekonomi masyarakat terdampak diharapkan dapat segera pulih melalui arus wisatawan yang kembali normal.(dta)




