Dwi Ajeng Respaty Dorong Persatuan Melalui Empat Pilar di Batam
Sumber Foto: Ulasan.co
Nasional

Dwi Ajeng Respaty Dorong Persatuan Melalui Empat Pilar di Batam

BATAM – Anggota DPD RI Komite IV sekaligus Anggota MPR RI dari Kepulauan Riau, Dwi Ajeng Sekar Respaty, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Kota Batam sebagai langkah nyata merawat harmoni dalam keberagaman.

Panduan Kota & Daerah

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Perwakilan DPD RI Kepulauan Riau, Batam Center, pada Jumat 6 Februari 2026 ini menekankan pentingnya nilai kebangsaan sebagai perekat sosial.

Lebih lanjut, Dwi Ajeng menegaskan bahwa Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama yang menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial.

Menurutnya, organisasi paguyuban seperti PMTI memegang peran strategis dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat integrasi nasional. Oleh karena itu, komunitas kedaerahan tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai pilar penting dalam membangun persatuan bangsa.

“Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, tetapi modal sosial untuk saling menguatkan. Nilai-nilai Empat Pilar harus hidup dalam sikap saling menghormati, toleransi, dan gotong royong antarwarga,” ungkap Dwi Ajeng Sekar Respaty.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya datang dari aspek ekonomi dan politik. Namun, penyebaran disinformasi yang masif di ruang digital juga berpotensi menggerus persatuan.

Oleh karena itu, penguatan nilai kebangsaan harus terus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung komunitas akar rumput.

Materi sosialisasi turut diperdalam oleh Sarti Riswati Pongsitanan, tokoh dan aktivis PMTI Kota Batam. Ia menyoroti posisi strategis Kepulauan Riau sebagai wilayah perbatasan dengan mobilitas penduduk yang tinggi. Menurutnya, semangat NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Lebih lanjut, ia menilai kehadiran komunitas seperti PMTI memiliki kontribusi besar dalam menjaga harmoni sosial. Selain itu, solidaritas lintas budaya yang terbangun di Batam menjadi kekuatan penting dalam menciptakan stabilitas dan kerukunan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi terbuka. Peserta membahas penerapan nilai Empat Pilar dalam kehidupan bermasyarakat, peran komunitas dalam menjaga persatuan, hingga penyelesaian perbedaan secara dialogis dan damai. Tidak hanya itu, diskusi juga menyoroti kontribusi positif masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Melalui sosialisasi ini, Dwi Ajeng Sekar Respaty kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendekatkan nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya.

“Dengan ini tentu, berharap PMTI Batam dapat menjadi kekuatan sosial yang konsisten menumbuhkan semangat persatuan dan nasionalisme di Kepri,” pungkasnya.