Manfaat Puasa Ramadan untuk Mengontrol Obesitas dan Diabetes
Sumber Foto: netralnews.com
Lifestyle

Manfaat Puasa Ramadan untuk Mengontrol Obesitas dan Diabetes

Jurnal Indonesia - JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Selain sebagai ibadah, puasa Ramadan juga memberikan manfaat kesehatan signifikan, terutama untuk mengontrol diabetes dan obesitas, dengan memperbaiki metabolisme, menurunkan resistensi insulin, dan mengurangi lemak tubuh.

Demikian disampaikan dokter spesialis penyakit dalam subspesialis endokrinologi metabolik dan diabetes dari Siloam Hospital Lippo Village, dr. Leny Puspitasari, dalam webinar kesehatan bertema “Puasa dapat terhindar dari Obesitas dan Diabetes?” pada Sabtu (7/3/2026).

Webinar ini diselenggarakan Netralnews.com (NNC), Rumah Sakit Jantung Jakarta dan Siloam International, serta disponsori oleh Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Perubahan pola makan pada puasa Ramadan berpengaruh terhadap kondisi obesitas dan diabetes. Karena obesitas itu terkait dengan apa yang kita makan dan aktifitas fisik. Kemudian mengontrol gula darah juga sangat tergantung dengan pola makan," ujarnya.

Leny mengatakan puasa Ramadan berbeda dengan puasa lainnya, karena merupakan kegiatan religi yang dijalankan dengan sukarela oleh umat Muslim, bukan karena diminta oleh dokter.

"Kemudian tidak ada diet khusus yang harus dimakan. Jadi sebetulnya saat puasa Ramadan itu semua makanan boleh dimakan, namun tentunya tetap ada aturan yang harus ditaati atau dijalankan selama bulan Ramadan," tuturnya.

Puasa Ramadan juga tidak menyebabkan malnutrisi kalori karena kebutuhan energi harian tetap dapat terpenuhi melalui pengaturan makan saat sahur dan berbuka.

"Dengan durasi sekitar 13–14 jam tidak makan, itu sebetulnya tidak membuat kita kurang gizi. Karena periode makannya cukup buat kita untuk mengisi atau memenuhi kebutuhan gizi harian kiat," bebernya.

Selain itu, puasa Ramadan secara efektif melatih kedisiplinan diri dan manajemen waktu melalui kepatuhan ketat pada jadwal sahur, berbuka, dan ibadah harian.

"Karena kita melatih selama satu bulan itu kita harus melakukan kegiatan di waktu yang tepat, baik itu untuk buka puasa maupun sahur. Kedisiplinan ini sangat penting untuk kontrol dari gula darah maupun kalau kita mau menjalankan diet karena obesitas," paparnya.

Lebih lanjut, Leny menyampaikan bahwa perubahan pola makan saat puasa Ramadan, baik dari makanan (gizi seimbang), jumlah (porsi), dan frekuensi makan (dari tiga kali sehari menjadi saat sahur dan berbuka), sangat bermanfaat dalam mengontrol kadar gula darah (diabetes) dan menurunkan berat badan (obesitas).

Pasalnya, lanjut Leny, disiplin dengan pola makan teratur akan menormalkan metabolisme dengan menjaga kadar energi stabil, mencegah lonjakan gula darah, serta memaksimalkan pembakaran kalori.

"Kalau kita bisa disiplin dengan pola makan yang teratur maka tubuh kita akan kayak mengatur atau menormalkan kembali metabolisme kita supaya enzim-enzim itu bisa dikeluarkan secara teratur atau reguler di waktu yang sama, dan itu sangat baik untuk keseluruhan tubuh kita," ungkapnya.

"Jadi manfaat dari puasa Ramadan ini untuk obisitas dan diabetes itu membuat kita jauh lebih disiplin dan teratur pola makannya," tandas Leny.

Secara umum, Leny menjelaskan bahwa puasa memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan, lalu membersihkan tubuh dengan membatasi kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Kemudian memperbaiki asam basa, memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh, serta meningkatkan fungsi organ tubuh.