Mahasiswa Gizi UNNES Edukasi Diet TKTP untuk Pemulihan Kesehatan Pasien
Sumber Foto: Kompasiana.com
Lifestyle

Mahasiswa Gizi UNNES Edukasi Diet TKTP untuk Pemulihan Kesehatan Pasien

Semarang -- Mahasiswa Gizi Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan edukasi gizi di stase Obgyn Rumah Sakit Daerah K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan diet Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP) kepada pasien sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan kesehatan.

Diet TKTP merupakan pola makan dengan kandungan energi dan protein lebih tinggi dibanding kebutuhan normal. Diet ini biasanya diberikan kepada pasien dengan kondisi khusus, seperti pasca operasi, malnutrisi, atau saat tubuh membutuhkan energi lebih banyak untuk mempercepat pemulihan. Peningkatan energi dan protein dapat dilakukan melalui tambahan makanan atau suplemen khusus tanpa menambah porsi makan secara berlebihan

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa gizi UNNES menggunakan leaflet sebagai media edukasi. Leaflet dipilih karena sederhana, praktis, dan mudah dipahami oleh pasien maupun keluarga. Materi yang disampaikan meliputi deskripsi diet TKTP, tujuan, prinsip dan syarat, indikasi, makanan yang dianjurkan serta yang perlu dibatasi, hingga contoh menu sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari.

Mahasiswa menyampaikan bahwa penggunaan leaflet sangat membantu pasien dalam memahami informasi gizi. Media cetak ini dapat dibawa pulang dan dijadikan panduan mandiri di rumah, sehingga pasien tetap bisa menerapkan pesan gizi meskipun tidak sedang berada di rumah sakit.

Pasien yang menerima edukasi memberikan respon positif dengan adanya panduan singkat mengenai diet TKTP yang disampaikan dengan bahasa sederhana. Dengan informasi tersebut, pasien menjadi lebih mudah memahami peran gizi dalam proses pemulihan.

Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pasien dan keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi sesuai kebutuhan tubuh. Mahasiswa gizi UNNES menegaskan bahwa media sederhana seperti leaflet dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan literasi gizi sekaligus mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit.