Faktor Tersembunyi yang Menghambat Penurunan Berat Badan
Sumber Foto: Kompas.com
Lifestyle

Faktor Tersembunyi yang Menghambat Penurunan Berat Badan

KOMPAS.com - Upaya menurunkan berat badan sering terasa buntu, meski pola makan dan olahraga sudah dijalani secara rutin, dan kondisi ini kerap dipicu faktor yang tidak disadari dalam keseharian.

Ahli obesitas dan nutrisi menegaskan, diet bukan sekadar soal mengurangi porsi makan, melainkan memahami kebutuhan tubuh secara menyeluruh.

“Penurunan berat badan sangat individual dan dipengaruhi usia, hormon, kualitas makanan, hingga pola hidup,” kata spesialis obesitas dan lifestyle medicine, dr. Supriya Rao, seperti dikutip dari Women’s Health.

Diet bukan hanya soal kalori dan olahraga

Banyak orang merasa sudah melakukan semuanya dengan benar, tetapi berat badan tetap stagnan.

Matthew Weiner, MD, ahli bedah bariatrik menjelaskan, bahwa perempuan umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk melihat hasil dibanding laki-laki karena faktor hormon dan metabolisme.

Penurunan berat badan yang sehat berada di kisaran 0,5–2 pon (sekitar 1 kilogram) per minggu dan tidak bisa dipaksakan secara instan.

Kesalahan umum saat menjalani diet

Lihat Foto

Salah satu kesalahan paling sering adalah terlalu fokus memangkas kalori tanpa memperhatikan kualitas makanan.

Ahli gizi Brigitte Zeitlin menyebut diet rendah kalori tetapi miskin nutrisi, justru dapat memperlambat metabolisme.

“Jika tubuh merasa kekurangan energi, metabolisme bisa melambat sebagai mekanisme bertahan hidup,” ujarnya.

Selain itu, konsumsi makanan ultra-proses juga berperan besar.

Penelitian yang dikutip Women’s Health menunjukkan pola makan berbasis makanan utuh, seperti sayur, buah, biji-bijian, dan protein tanpa lemak, lebih efektif mendukung penurunan berat badan dibanding makanan olahan.

Berat badan tidak hanya dipengaruhi apa yang dimakan, tetapi juga gaya hidup.

Kurang tidur dan stres kronis dapat meningkatkan hormon kortisol yang mendorong penumpukan lemak.

“Stres dan pola tidur yang buruk bisa menggagalkan diet meski asupan makan sudah dijaga,” kata Weiner.