Elev8 Soroti Peluang dan Ancaman Pasar Keuangan Global Menjelang 2026
Sumber Foto: SWA.co.id
Ekonomi

Elev8 Soroti Peluang dan Ancaman Pasar Keuangan Global Menjelang 2026

Memasuki tahun 2026, dunia keuangan tidak lagi sekadar bereaksi terhadap kejutan, melainkan belajar untuk berdansa di tengah badai. Analis utama Elev8, Kar Yong Ang, merilis prospek yang menyoroti adanya pergeseran dari investasi reaktif menuju analisis fundamental.

Di tengah bayang-bayang utang global yang membengkak dan fragmentasi perdagangan, Elev8 memperluas analisisnya hingga ke China dan pasar Asia yang lebih luas untuk membekali para trader dengan perspektif strategis yang lebih jauh.

Tahun 2025 tercatat sebagai tahun yang penuh ketahanan ajaib. Meski dihantam tarif 'Hari Pembebasan' dan ketegangan geopolitik dari Greenland hingga Venezuela, indeks saham AS tetap mencetak rekor. Namun, Kar Yong Ang memperingatkan bahwa "bantalan moneter" yang selama ini melindungi pasar mulai menipis.

"Tahun 2026 menandai pergeseran penting. Fokus kita kini bukan lagi pada manajemen krisis sementara, melainkan pada kelangsungan jangka panjang arsitektur keuangan global," ujar Kar Yong Ang.

Untuk pasar mata uang regional, Elev8 melihat adanya peluang apresiasi yang signifikan pada beberapa mata uang yang dianggap masih di bawah nilai wajar (under-valued) berdasarkan data REER Desember 2025, Yuan China (CNY), Won Korea (KRW), Yen Jepang (JPY) dan Rupiah Indonesia (IDR) berpotensi mendapat apresiasi tinggi. Sementara, mata uang regional lainnya seperti Dolar Singapura (SGD), Ringgit Malaysia (MYR), Baht Thailand (THB), dan Dolar Taiwan (TWD).

Elev8 mengidentifikasi empat "ancaman besar" yang bisa mengubah peta permainan di tahun 2026:

Pecahnya Gelembung AI: Belanja modal raksasa (lebih dari $600 miliar) oleh raksasa teknologi yang gagal dimonetisasi dapat memicu resesi AS.

Guncangan Harga Minyak: Ketegangan di Selat Hormuz dan sanksi Rusia berisiko memicu lonjakan harga energi global secara tiba-tiba.

Perang Dagang AS-China Jilid II: Negosiasi ulang kesepakatan dagang pada 2026 bisa memburuk, memicu hambatan non-tarif dan kontrol ekspor logam tanah jarang.

Krisis Utang Negara: Jika investor kehilangan kepercayaan pada utang pemerintah (terutama AS, Prancis, dan Inggris), devaluasi mata uang yang tajam tidak akan terhindarkan.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.