Peningkatan Ekspor Daun Cincau Kering Jateng ke Thailand
Sumber Foto: Harian Jogja
Ekonomi

Peningkatan Ekspor Daun Cincau Kering Jateng ke Thailand

Jurnal Indonesia - Ekspor daun cincau kering asal Jawa Tengah mengalami peningkatan signifikan pada semester pertama 2026, dengan volume ekspor mencapai 403 ton hingga Juni 2026, mendekati total capaian tahun 2025 sebesar 586 ton. Thailand menjadi salah satu pasar utama untuk komoditas ini.

Awal Kejadian

Peningkatan ekspor daun cincau kering mencerminkan tingginya permintaan pasar internasional dan daya saing komoditas unggulan Jawa Tengah di kancah global. Selain Thailand, negara-negara lain yang menjadi tujuan ekspor adalah Malaysia, Tiongkok, dan Kamboja.

Perkembangan

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah, Hari Yuwono Ady, menyatakan bahwa peningkatan ini didukung oleh penerapan sistem Single Submission Quarantine Customs (SSm QC). Sistem ini mengintegrasikan layanan karantina dan kepabeanan, sehingga pelaku usaha, termasuk UMKM, hanya perlu mengajukan dokumen sekali untuk mempercepat proses ekspor.

Selama periode Januari hingga Juni 2026, Karantina Jawa Tengah mencatat ekspor daun cincau kering mencapai 403 ton, menunjukkan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya. Selain mempermudah proses ekspor, Karantina juga memastikan bahwa semua komoditas memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan melalui penerbitan Phytosanitary Certificate.

Kondisi Terakhir

Dalam pengawasan ekspor, petugas Karantina di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, baru-baru ini melakukan pemeriksaan terhadap 20 ton daun cincau kering yang akan dikirim ke Thailand. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk tersebut bebas dari organisme pengganggu tumbuhan dan memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan. Data menunjukkan bahwa sepanjang 2025, terdapat 20 kali pengiriman daun cincau kering dengan total volume 265 ton, sedangkan pada semester pertama 2026, telah dilakukan 17 kali pengiriman dengan total volume 248 ton.