IP-CEPA Perluas Akses Pasar UMKM Indonesia ke Amerika Latin
Sumber Foto: vibizmedia.com
Ekonomi

IP-CEPA Perluas Akses Pasar UMKM Indonesia ke Amerika Latin

Jurnal Indonesia - Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa Indonesia–Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) adalah langkah strategis untuk memperluas akses pasar ekspor Indonesia ke Amerika Latin, khususnya melalui Peru sebagai pintu masuk ke pasar Amerika Selatan.

Awal Kejadian

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, yang membahas rencana pengesahan IP-CEPA. Mendag Budi Santoso hadir dengan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dan pimpinan tinggi Kementerian Perdagangan.

Perkembangan

IP-CEPA diharapkan tidak hanya memperluas pasar ekspor, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional, membuka peluang investasi, dan menciptakan lapangan kerja. Pemerintah merekomendasikan percepatan pengesahan melalui Peraturan Presiden agar manfaat ekonomi dari perjanjian ini segera dirasakan. Kinerja perdagangan Indonesia dengan Peru menunjukkan tren positif dengan surplus perdagangan yang terus meningkat. Pada Januari–Mei 2026, ekspor Indonesia ke Peru mencapai USD225,77 juta, sedangkan impor sebesar USD38,24 juta, mencatat surplus USD187,53 juta.

Selama periode 2021–2025, total perdagangan kedua negara tumbuh 5,51 persen, dengan ekspor meningkat sebesar 4,60 persen. Struktur perdagangan Indonesia dan Peru saling melengkapi tanpa menimbulkan persaingan langsung. Ekspor utama Indonesia ke Peru mencakup kendaraan dan suku cadang, alas kaki, serta peralatan pendingin, sementara impor dari Peru terdiri dari biji kakao, pupuk mineral, dan komoditas pertanian.

Kondisi Terakhir

Perundingan IP-CEPA dilakukan bertahap, dengan tahap awal perdagangan barang dimulai pada Mei 2024 dan ditandatangani pada 11 Agustus 2025. Indonesia mendapatkan tarif preferensi untuk 90,68 persen pos tarif Peru, sedangkan Peru mengakses 92,26 persen pos tarif Indonesia. Produk yang diuntungkan mencakup otomotif, suku cadang, dan makanan olahan. Pemerintah berkomitmen untuk menyesuaikan regulasi teknis guna mendukung implementasi IP-CEPA, termasuk tarif bea masuk dan sistem Indonesia National Single Window (INSW). Komisi VI DPR RI menyetujui pengesahan IP-CEPA dan mendorong pemanfaatan Peru sebagai hub distribusi produk Indonesia ke Amerika Latin.