DLH Kotim Tangani Masalah Sampah di Pasar PPM Sampit
SAMPIT – Setelah keluhan pedagang dan pengunjung ramai beredar di media sosial, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya turun langsung menangani penumpukan sampah di kawasan Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Sabtu 7 Februari 2026.
Penanganan dilakukan langsung oleh Kepala DLH Kotim, Marjuki, bersama sekitar 15 personel lapangan dengan dukungan dua unit armada dump truck. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi timbunan sampah yang sudah menumpuk dan dikhawatirkan menimbulkan dampak lingkungan serta gangguan kesehatan masyarakat.
DLH menegaskan bahwa penanganan tersebut bersifat sementara dan tidak bisa dilakukan terus-menerus tanpa dukungan dari pihak lain. Marjuki menyampaikan bahwa DLH memiliki keterbatasan jumlah personel karena petugas kebersihan telah memiliki pos dan wilayah tanggung jawab masing-masing.
“Petugas kami sudah memiliki wilayah kerja. Jika personel terus dialihkan ke satu titik, maka pengangkutan sampah di depo-depo lain yang selama ini berjalan lancar bisa terganggu,” jelas Marjuki.
Ia menegaskan, pengelolaan sampah yang berkelanjutan tidak dapat hanya mengandalkan aksi sesaat, melainkan membutuhkan sistem yang terencana, berkesinambungan, serta kolaborasi lintas sektor.
DLH Kotim, lanjutnya, tetap siap mendukung dari sisi armada angkutan dump truck. Namun untuk kegiatan pemuatan sampah di kawasan Pasar PPM Sampit, diperlukan dukungan personel dari pengelola pasar maupun dinas terkait agar penanganan bisa berjalan optimal.
Menurut Marjuki, sinergi antarinstansi menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah. Tanpa kerja sama dan rasa tanggung jawab bersama dari seluruh pemangku kepentingan, persoalan sampah akan terus berulang.
Diberitakan sebelumnya, tumpukan sampah di kawasan Pasar PPM Sampit sempat viral di media sosial dan menuai keluhan pedagang serta pengunjung. Sampah dilaporkan menumpuk hingga meluber ke area parkir, menimbulkan bau menyengat, serta mengganggu aktivitas jual beli. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung hampir sebulan dan pengangkutannya dinilai lambat.
Sambil menunggu pengadaan dan pengoperasian kontainer sampah baru di Pasar PPM Sampit, DLH mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah demi menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. (Nardi)




