Digitalisasi Layanan Koperasi Pekerja Pelabuhan Diterapkan untuk 86 Ribu Anggota
Jurnal Indonesia - Induk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (Inkop TKBM) Pelabuhan meluncurkan sistem digital yang memungkinkan lebih dari 86 ribu pekerja pelabuhan di 120 koperasi primer di Indonesia untuk memantau jadwal kerja dan hak-hak mereka secara online.
Awal Kejadian
Transformasi digital ini diluncurkan seiring dengan modernisasi pelabuhan yang mulai menggantikan pekerjaan manual dengan mesin otomatis, seperti Automated Guided Vehicles dan Automated Stacking Cranes.
Perkembangan
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menjelaskan bahwa sistem digital ini akan mempercepat seluruh proses kerja, termasuk pengelolaan data pekerja dan keuangan. Digitalisasi diharapkan dapat memastikan penyaluran tenaga kerja yang adil dan memudahkan anggota untuk memantau hak-hak mereka.
Afriansyah juga menekankan pentingnya aspek keselamatan dan kesehatan kerja, mengingat sektor bongkar muat memiliki risiko kecelakaan tinggi. Ia menegaskan bahwa perlindungan jaminan sosial dan penyediaan alat pelindung diri yang layak harus menjadi prioritas utama.
Kondisi Terakhir
Ketua Umum Inkop TKBM, HM Nasir, menyatakan bahwa program digitalisasi ini merupakan komitmen berkelanjutan yang akan diterapkan di seluruh jaringan koperasi TKBM dalam satu tahun ke depan. Transformasi ini juga mendukung pengembangan lini bisnis koperasi lainnya, seperti simpan pinjam, leasing sepeda motor, minimarket, klinik kesehatan, perumahan, perkebunan kelapa sawit, dan peternakan.




