HUT ke-59 DNIKS: Pengentasan Kemiskinan Harus Menjadi Gerakan Nasional
Sumber Foto: sonora.co.id
Sosial

HUT ke-59 DNIKS: Pengentasan Kemiskinan Harus Menjadi Gerakan Nasional

Jurnal Indonesia - Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) A. Effendy Choirie menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan di Indonesia tidak dapat menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan harus menjadi Gerakan Nasional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Awal Kejadian

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gus Choi, sapaan akrab Effendy Choirie, usai memberikan sambutan dalam acara HUT ke-59 DNIKS yang bertema "Memajukan Kesejahteraan Umum" di aula DNIKS pada tanggal 17 Juli 2026. Acara ini dihadiri oleh berbagai pengurus dari Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) dari berbagai daerah.

Perkembangan

Gus Choi mengungkapkan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 mencapai 23,85 juta jiwa atau sekitar 8,47 persen dari total penduduk Indonesia. Meskipun angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, masih terdapat puluhan juta warga yang hidup dalam kondisi terbatas. Ia menekankan pentingnya pendekatan multidimensi dalam menangani kemiskinan, yang tidak hanya melihat dari sisi pendapatan, tetapi juga akses terhadap pendidikan, kesehatan, sanitasi, dan kualitas hidup lainnya.

Kondisi Terakhir

Dalam rangka peringatan HUT ke-59 DNIKS, organisasi ini mengajak seluruh komponen bangsa untuk membangun Gerakan Nasional Pengentasan Kemiskinan melalui lima agenda utama. Agenda tersebut meliputi memastikan tidak ada warga yang kelaparan dan terlantar, meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan keluarga miskin, memperluas lapangan kerja, memperkuat perlindungan bagi kelompok rentan, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi sosial. Gus Choi menekankan bahwa kemiskinan bukanlah takdir yang tidak dapat diubah dan mengajak semua pihak untuk bersinergi demi mewujudkan Indonesia Sejahtera 2045.