Diet Seimbang untuk Lansia: Kunci Penuaan Sehat
Sumber Foto: Vietnam.vn
Lifestyle

Diet Seimbang untuk Lansia: Kunci Penuaan Sehat

Seiring bertambahnya usia, banyak orang cenderung makan lebih sedikit karena penurunan aktivitas fisik dan massa otot, serta metabolisme yang lebih lambat. Memahami penyebab gejala umum pada lansia seperti kehilangan nafsu makan, sakit perut, muntah berkepanjangan selama berminggu-minggu, dan penurunan berat badan yang cepat (lebih dari 5% dari berat badan dalam sebulan) akan membantu dalam mengembangkan pola makan yang sesuai, sehingga meningkatkan kualitas hidup.

Risiko osteoporosis, depresi, dan melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Menurut Dr. Pham Truong Tuyet Phuong, dari Departemen Gizi Rumah Sakit Umum Thu Duc (Kota Ho Chi Minh), jika anggota keluarga lanjut usia sering mengeluh atau mengalami gejala pencernaan seperti kehilangan nafsu makan, kebiasaan makan yang buruk, kembung, diare, dan lain-lain, hal itu bisa disebabkan oleh beberapa alasan:

Penuaan sistem pencernaan: Seiring bertambahnya usia, tubuh memproduksi lebih sedikit air liur, otot pengunyah dan faring melemah; indra perasa dan penciuman berkurang. Pada saat yang sama, motilitas esofagus-lambung dan sekresi asam serta enzim pencernaan di lambung dan usus menurun, sehingga persepsi rasa makanan menjadi kurang menyenangkan.

Gangguan saluran pencernaan: Kondisi seperti refluks gastroesofageal, gastritis, tukak lambung, dan kanker saluran pencernaan serta kelenjar juga dapat menyebabkan mual, kesulitan makan, dan gangguan pencernaan pada lansia.

Beberapa kondisi medis lainnya, termasuk infeksi bakteri dan virus, keracunan makanan, efek samping obat-obatan, dan faktor psikologis pada pasien lanjut usia, juga secara signifikan memengaruhi sistem pencernaan.

Menurut Dr. Tuyet Phuong, jika masalah pencernaan ini berlanjut, dapat menyebabkan dehidrasi, kekurangan nutrisi, ketidakseimbangan elektrolit, kelemahan fisik, kehilangan massa otot, osteoporosis, melemahnya kekebalan tubuh, dan peningkatan risiko jatuh. Akibatnya, lansia lebih rentan terhadap kecemasan, depresi, malnutrisi, sembelit, infeksi, kecacatan, dan penurunan kualitas hidup.

Jenis diet apa yang sebaiknya diikuti oleh lansia?

Untuk membantu lansia menua dengan sehat, Dr. Tuyet Phuong menyarankan untuk menjaga pola makan seimbang dengan semua kelompok makanan, tanpa mengecualikan makanan apa pun, khususnya:

Pastikan untuk memasukkan banyak sayuran hijau dan buah-buahan dalam diet harian Anda.

Prioritaskan konsumsi lemak sehat dari minyak nabati, kacang-kacangan, dan ikan berlemak.

Asupan protein sebaiknya sedang, dengan membatasi daging merah dan meningkatkan daging putih serta protein nabati; makanan dapat dipotong kecil-kecil atau direbus hingga lunak jika sulit dikunyah.

Nasi putih sebaiknya diganti dengan nasi gandum utuh seperti nasi merah, terutama bagi individu yang kelebihan berat badan.

Lengkapi asupan produk susu Anda sesuai dengan rekomendasi usia. Individu berusia 50-69 tahun sebaiknya mengonsumsi 3,5 porsi produk susu per hari, sedangkan mereka yang berusia 70 tahun ke atas sebaiknya mengonsumsi 4 porsi per hari. Setiap porsi produk susu setara dengan 100 ml susu segar, satu wadah yogurt, atau 15 g keju.

Jangan melewatkan waktu makan. Jika Anda merasa cepat kenyang, Anda dapat membagi makanan Anda menjadi porsi yang lebih kecil: 3 kali makan utama, 1-2 kali camilan, dan 1-2 kali minum susu. Bagi mereka yang nafsu makannya buruk, anggota keluarga sebaiknya makan bersama, menawarkan berbagai macam hidangan, dan memperhatikan kebersihan mulut.

Minumlah air yang cukup (sekitar 1,6-2 liter/hari kecuali jika disarankan lain oleh dokter) untuk mencegah sembelit dan melindungi fungsi ginjal.

Batasi konsumsi makanan dengan bumbu yang kuat (pedas, asam, asin, manis).

Hindari alkohol, makanan manis, dan makanan berlemak.

"Penting untuk dicatat bahwa suplemen kalsium, vitamin D, multivitamin, atau produk seperti ginseng, sarang burung walet, dan cordyceps memerlukan saran medis dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti makanan. Ketika mengalami gejala pencernaan yang berkepanjangan, lansia harus menemui dokter untuk pemeriksaan dan saran nutrisi yang tepat guna menghindari kekurangan gizi yang berkepanjangan," tegas Dr. Tuyet Phuong.