3 Langkah Diet Sehat Tanpa Lapar dan Lemas Menurut Kemkes
Sumber Foto: kompas.tv
Lifestyle

3 Langkah Diet Sehat Tanpa Lapar dan Lemas Menurut Kemkes

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menjalani diet sehat bukan berarti harus menahan lapar atau merasa lemas sepanjang hari.

Kementerian Kesehatan (Kemkes) melalui laman resminya membagikan 3 tips yang bisa membantu Anda mengatur berat badan dengan cara yang aman dan tetap bertenaga.

Melalui 3 langkah ini, Anda bisa menjalani pola makan sehat tanpa kehilangan semangat menjalani aktivitas harian.

Lantas, apa saja 3 tips diet tanpa lemas dan lapar dari Kemkes? Berikut ini informasinya.

1. Perbanyak Sayur

Kemkes menyarankan masyarakat yang ingin menjalankan diet sehat agar memperbanyak konsumsi sayuran, khususnya sayuran daun-daunan berwarna hijau gelap.

Sayuran seperti bayam dan kale kaya akan vitamin K, vitamin E, serta folat yang berperan dalam mencegah peradangan pada tubuh.

Selain itu, Kemkes juga menyarankan masyarakat bereksperimen untuk mengetahui apakah tubuh terasa lebih sehat dan bertenaga saat mengonsumsi sayuran mentah atau setelah dimasak.

2. Kurangi Gula

Secara alami, tubuh manusia memiliki kecenderungan untuk menginginkan gula.

Namun, kelebihan gula akan disimpan dalam bentuk lemak. Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi asupan gula, terutama dari pemanis buatan.

Kemkes menyarankan masyarakat memahami dampak konsumsi gula, baik yang berasal dari sumber alami seperti buah dan sayur, maupun dari gula tambahan pada makanan olahan.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Pola Makan Sehat lewat Label Gizi dan Kampanye “Isi Piringku”

3. Konsumsi Lemak Sehat

Lemak dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Namun, tidak semua jenis lemak bersifat baik bagi kesehatan.

Sejumlah penelitian menunjukkan lemak trans dan lemak jenuh dapat menimbulkan efek negatif pada tubuh.

Contoh makanan yang mengandung lemak trans, menurut laman UPT Puskesmas Sesela, di antaranya kue-kue yang dipanggang, donat, cookies/kue kering, pie, keripik kentang/jagung, popcorn microwave, ayam atau kentang goreng, piza, crackers, biskuit kalengan, margarin, mentega, dan creamer kopi.

Selain itu, lemak jenuh umumnya berasal dari pangan hewani. Contoh makanan yang mengandung lemak jenuh, menurut Permenkes Nomor 41 Tahun 2014, di antaranya mentega, santan (peras), kelapa, keju krim, minyak kelapa, dan minyak sawit.

Oleh karena itu, sebaiknya masyarakat menghindari mengonsumsi makanan yang mengandung jenis lemak tersebut untuk menjaga kesehatan tubuh.

Kemkes mengingatkan, setiap orang memiliki kebutuhan dan respons tubuh yang berbeda terhadap makanan. Diet yang berhasil untuk satu orang belum tentu cocok bagi orang lain.

Oleh karena itu, Kemkes menyarankan masyarakat memilih makanan yang memberi energi dan mendukung kesehatan tubuh.

Dengan menyesuaikan asupan sesuai kebutuhan tubuh, masyarakat bisa lebih mudah menjaga kesehatan sekaligus mengatur berat badan.

Selain itu, Kemkes mengingatkan masyarakat agar membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak setiap hari.

Berdasarkan informasi dari laman Kemkes, batas konsumsi gula yang disarankan per orang setiap harinya adalah sekitar 10% dari total energi atau setara dengan 200 kkal.

Jumlah tersebut sama dengan sekitar 4 sendok makan gula atau kurang lebih 50 gram per harinya.

Untuk garam, batas konsumsi yang dianjurkan adalah 2000 mg natrium per hari, yang setara dengan 1 sendok teh atau sekitar 5 gram garam per hari bagi setiap orang.

Sementara itu, anjuran konsumsi lemak harian berada pada kisaran 20–25% dari total energi, yaitu sekitar 702 kkal.

Jumlah ini setara dengan sekitar 5 sendok makan lemak atau kurang lebih 67 gram per harinya.