Ukraina dan Rusia Sepakati Pertukaran 314 Tahanan di Abu Dhabi
Sumber Foto: detikNews
Internasional

Ukraina dan Rusia Sepakati Pertukaran 314 Tahanan di Abu Dhabi

Home

Berita

Jabodetabek

Internasional

Hukum

detikX

Kolom

Blak blakan

Pro Kontra

Infografis

Foto

Video

Indeks

detikNews Internasional

Negosiasi Akhiri Perang, Ukraina dan Rusia Sepakat Tukar 314 Tahanan

Kadek Melda Luxiana - detikNews

Kamis, 05 Feb 2026 20:31 WIB

Jakarta -

Ukraina dan Rusia sepakat melakukan pertukaran lebih dari 300 tahanan usai pembicaraan yang disebut "produktif" di Abu Dhabi. Meski demikian, mediator Amerika Serikat (AS) mengakui masih ada pekerjaan besar yang harus dilakukan untuk mencapai kesepakatan lebih luas demi mengakhiri perang.

Dilansir AFP, Kamis (5/2/2026) negosiasi ini menjadi upaya diplomatik terbaru untuk menghentikan konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Perang tersebut telah menewaskan ratusan ribu orang, memaksa jutaan warga mengungsi, serta menghancurkan sebagian besar wilayah timur dan selatan Ukraina.

Baca juga: Imbangi Pengaruh AS-China, Vietnam Perkuat Poros Eropa

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah berlangsungnya pembicaraan tersebut, sebagian besar Ibu Kota Ukraina, Kyiv, masih mengalami pemadaman pemanas di tengah suhu di bawah nol derajat. Kondisi ini terjadi setelah serangan Rusia berturut-turut melumpuhkan pasokan energi ke ratusan blok apartemen di kota tersebut.

"Hari ini, delegasi dari Amerika Serikat, Ukraina, dan Rusia sepakat untuk menukar 314 tahanan, pertukaran pertama dalam lima bulan," kata utusan AS Steve Witkoff melalui media sosial pada hari kedua pembicaraan di Abu Dhabi.

ADVERTISEMENT

Kementerian Pertahanan Rusia kemudian mengonfirmasi pertukaran tersebut dengan menyebut masing-masing pihak menukar 157 tahanan. Meski Witkoff menyebut negosiasi berjalan "terperinci dan produktif" ia menurunkan ekspektasi adanya terobosan cepat.

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ujar Witkoff.

Pembicaraan Dinilai Produktif

Sebelumnya pada Rabu (4/2), pihak Kyiv juga menggambarkan pembicaraan di hari pertama sebagai "substantif dan produktif". Negosiator Rusia Kirill Dmitriev turut menyampaikan penilaian serupa.

"Pasti ada kemajuan, semuanya bergerak maju ke arah yang baik dan positif," kata Dmitriev.

Namun, belum ada pembaruan terkait isu wilayah yang menjadi perdebatan utama. Tidak terlihat adanya tanda konsesi dari Moskow, yang datang ke meja perundingan dengan menolak berkompromi pada tuntutan utamanya.

Baca juga: Human Rights Watch: Sistem Hak Asasi Global Berada di Titik Kritis

Utusan Rusia juga mengecam apa yang disebutnya sebagai upaya negara-negara Eropa untuk "mengganggu kemajuan" tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Dalam pernyataan resmi Rabu (4/2) Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut setidaknya 55 ribu tentara Ukraina telah tewas sejak Rusia melancarkan invasi pada Februari 2022. Angka tersebut lebih rendah dibanding banyak perkiraan independen.

Sementara itu, Rusia belum mempublikasikan jumlah korban dari pihak militernya. Penelusuran berita duka dan pengumuman keluarga yang dilakukan BBC bersama media independen Mediazona menemukan lebih dari 160 ribu tentara Rusia yang tewas dalam konflik tersebut.

Tonton juga video "Trump: Ada Kabar Baik Terkait Upaya Akhiri Perang Rusia-Ukraina"

[Gambas:Video 20detik]

(dek/ygs)

negosiasi rusia ukraina perang

Berita Terkait

Berita detikcom Lainnya

detikFood

Resep Es Teler Milky Pudding Juara ala Chef Martin Praja

Sepakbola

Meme Kocak Man City Tempel Arsenal

detikNews

BGN Bantah Mitra SPPG Untung Bersih Rp 1,8 Miliar Per Tahun

detikInet

Potret Cantik Mata Orang Bangladesh, Jepretan Mou Ayesha

detikFinance

Prabowo soal Trump Umumkan Tarif Global 10%: Kita Lihat Perkembangannya

detikOto

Biaya Servis Kijang Innova Reborn Diesel, Siap-siap Keluar Duit Segini

detikHot

Hijrah, Boby Tince Tolak Peran Jadi Perempuan Meski Bayaran Menggiurkan