Pertumbuhan Ekonomi China Melambat, Tertekan oleh Perang Iran
Sumber Foto: IDN Times
Internasional

Pertumbuhan Ekonomi China Melambat, Tertekan oleh Perang Iran

Jurnal Indonesia - Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal kedua 2023 tercatat hanya 4,3 persen, meleset dari target tahunan yang ditetapkan pemerintah. Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5 persen pada kuartal pertama dan merupakan yang terendah sejak akhir 2022, saat China mulai pulih dari pembatasan akibat pandemi COVID-19.

Awal Kejadian

Data resmi menunjukkan bahwa perlambatan ekonomi ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpastian global. Biro Statistik Nasional China mengungkapkan bahwa tekanan terhadap perekonomian semakin meningkat karena ketidakseimbangan antara kapasitas produksi dan permintaan domestik.

Perkembangan

Salah satu penyebab utama yang diidentifikasi adalah dampak perang Iran terhadap harga energi dunia. Konflik tersebut menyebabkan kenaikan harga minyak, yang berdampak pada biaya produksi industri. Banyak perusahaan di China memilih untuk menanggung kenaikan biaya ini, mengingat daya beli masyarakat yang lemah. Analis pasar memperingatkan bahwa tekanan terhadap dunia usaha dapat semakin berat jika konflik Iran berlanjut.

Di sisi domestik, sektor properti yang belum pulih sepenuhnya dan belanja masyarakat yang masih lemah menambah tantangan bagi pertumbuhan ekonomi. Meskipun penjualan ritel menunjukkan pertumbuhan 1 persen setelah penurunan pada Mei, perbaikan ini belum cukup kuat untuk mendukung pemulihan ekonomi secara menyeluruh.

Kondisi Terakhir

Di tengah perlambatan, sektor ekspor China justru menunjukkan kinerja yang baik, dengan peningkatan hingga 27 persen pada bulan Juni dibandingkan tahun sebelumnya. Permintaan global terhadap produk teknologi dan kendaraan listrik asal China menjadi pendorong utama. Namun, pertumbuhan ekspor yang kuat belum mampu mengimbangi lemahnya konsumsi domestik dan investasi. Beberapa ekonom mencatat bahwa perlambatan ini bukan hanya disebabkan oleh perang Iran, melainkan juga oleh penyesuaian target pertumbuhan yang lebih realistis dari pemerintah China.