Telkomsat Luncurkan Internet Merah Putih untuk Percepat Akses Digital di Nusantara
Upaya pemerataan akses digital di Indonesia kembali mendapat dorongan baru. PT Telkom Satelit Indonesia atau Telkomsat resmi memperkenalkan layanan terbaru bertajuk Internet Merah Putih (IMP).
Layanan ini merupakan pengembangan dari produk sebelumnya, Mangoesky, yang selama ini dikenal sebagai solusi internet satelit di berbagai wilayah Indonesia. Dengan transformasi ini, Telkomsat menargetkan peningkatan kualitas layanan yang lebih cepat, stabil, dan fleksibel.
Evolusi dari Mangoesky Menuju Internet Merah Putih
Selama beberapa tahun terakhir, Mangoesky telah membantu menyediakan konektivitas internet di wilayah yang sulit dijangkau jaringan fiber optik maupun seluler. Namun, dinamika kebutuhan masyarakat yang semakin digital mendorong Telkomsat melakukan pembaruan layanan.
Internet Merah Putih hadir sebagai langkah adaptif dalam menjawab kebutuhan koneksi berkecepatan tinggi untuk mendukung aktivitas kerja, pendidikan, layanan publik, hingga UMKM di berbagai daerah.
Transformasi ini resmi berlaku mulai 1 Januari 2026, di mana pelanggan Mangoesky akan diarahkan melakukan migrasi ke layanan IMP setelah masa kontraknya berakhir. Telkomsat memastikan proses transisi dilakukan secara terukur dan tetap memperhatikan kepentingan pelanggan eksisting.
Teknologi HTS dengan Kecepatan Hingga 50 Mbps
Salah satu keunggulan utama Internet Merah Putih adalah dukungan teknologi High Throughput Satellite (HTS). Teknologi ini memungkinkan distribusi bandwidth lebih efisien, sehingga menghadirkan koneksi yang lebih stabil dan cepat.
Telkomsat menyebut layanan ini mampu menghadirkan kecepatan hingga 50 Mbps dengan konsep broadband unlimited. Artinya, pengguna dapat menikmati akses internet tanpa khawatir pembatasan kuota yang mengganggu produktivitas.
Konsep ini dirancang untuk memberikan pengalaman internet yang nyaman, terutama bagi masyarakat di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur digital.
Menjangkau Seluruh Nusantara
Sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pemerataan akses internet. Infrastruktur kabel bawah laut dan fiber optik belum mampu menjangkau seluruh wilayah secara merata.
Internet satelit menjadi solusi strategis untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Dengan cakupan luas tanpa bergantung pada jaringan darat, IMP diharapkan mampu mempercepat transformasi digital nasional.
Direktur Komersial Telkomsat, Andri Yunianto, menyatakan bahwa pengembangan layanan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan konektivitas yang andal dan berkelanjutan.
Strategi Adaptif di Tengah Perkembangan Teknologi
Peluncuran Internet Merah Putih juga mencerminkan strategi jangka panjang Telkomsat dalam memperkuat portofolio layanan. Di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan digital, perusahaan perlu memastikan produk tetap kompetitif.
Dengan memanfaatkan teknologi HTS dan pendekatan broadband unlimited, Telkomsat berupaya memberikan nilai tambah dibanding generasi layanan sebelumnya.
Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi perusahaan di sektor internet satelit, tetapi juga mendukung agenda transformasi digital nasional yang terus digencarkan pemerintah.
Komitmen untuk Konektivitas Berkelanjutan
Melalui Internet Merah Putih, Telkomsat menegaskan komitmennya untuk menghadirkan konektivitas yang inklusif. Pemerataan akses digital menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital, pendidikan berbasis teknologi, hingga pelayanan publik berbasis online.
Ke depan, layanan ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung konektivitas di wilayah terpencil, membuka peluang baru bagi masyarakat untuk terhubung dengan dunia digital tanpa batas.
Visi Pemerataan Konektivitas
Peluncuran Internet Merah Putih menandai babak baru dalam layanan internet satelit di Indonesia. Dengan dukungan teknologi HTS, kecepatan hingga 50 Mbps, dan konsep unlimited, Telkomsat menghadirkan solusi konektivitas yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan akses digital di seluruh Nusantara, memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dalam transformasi digital.




