Latihan Militer Gabungan Rusia, Iran, dan China di Selat Hormuz
KOMPAS.com - Rusia, Iran, dan China telah mengirimkan kapal perang untuk berpartisipasi dalam latihan angkatan laut gabungan di Selat Hormuz.
Hal ini diungkapkan oleh ajudan presiden Rusia, Nikolai Patrushev, Selasa (17/2/2026).
Dalam sebuah wawancara dengan majalah mingguan Argumenty i Fakty, Patrushev mengatakan, Rusia sedang berupaya membangun tatanan dunia multipolar di lautan.
Ini merupakan tanggapan terhadap apa yang disebutnya sebagai hegemoni Barat, dikutip dari Iran Internasional, Selasa.
Latihan militer yang diberi nama “Maritime Security Belt-2026” ini akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang di jalur perairan strategis tersebut.
Kantor berita Tasnim Iran sebelumnya melaporkan bahwa ketiga negara tersebut akan menggelar latihan angkatan laut gabungan kedelapan pada akhir Februari di Samudra Hindia bagian utara.
Latihan tersebut akan melibatkan unit-unit dari angkatan laut Iran, angkatan laut IRGC, serta angkatan laut China dan Rusia.
Latihan ini sebenarnya telah diadakan sejak 2019 atas inisiatif angkatan laut Iran dan bertujuan untuk memperkuat keamanan perdagangan maritim.
Kegiatan bersama ini meliputi operasi anti-pembajakan, upaya memerangi terorisme maritim, serta misi pencarian dan penyelamatan.
Selat Hormuz ditutup sebagian
FARS/HAMED JAFARNEJAD via AFP Garda Revolusi Iran menyerang kapal angkatan laut dalam latihan militer di Selat Hormuz, 25 Februari 2015. Ketegangan Amerika Serikat-Iran meningkat, seiring 10 kapal perang AS mengepung Iran pada akhir Januari 2026.
Sebelumnya, Pemerintah Iran memutuskan untuk menutup sebagian wilayah Selat Hormuz dengan alasan keamanan.
Langkah ini diambil seiring dengan digelarnya latihan militer oleh pasukan Garda Revolusi Iran di perairan strategis tersebut.
"Sebagian Selat Hormuz akan ditutup demi menghormati prinsip-prinsip keselamatan dan navigasi," lapor jurnalis televisi Pemerintah Iran, sebagaimana dikutip dari AFP, Rabu (18/2/2026).
Penutupan sebagian jalur pelayaran internasional itu diperkirakan akan berlangsung selama beberapa jam.
Adapun Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), telah memulai rangkaian latihan militer tersebut sejak Senin (16/2/2026) sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman keamanan di selat tersebut.
Hingga kini, otoritas setempat belum merinci durasi total latihan perang tersebut.
Latihan militer ini berlangsung di tengah peningkatan tensi setelah Amerika Serikat (AS) mengerahkan kekuatan angkatan laut besar-besaran ke wilayah Teluk.




