Khamenei Tegaskan Iran Mampu Tenggelamkan Kapal Perang AS
detikNews Internasional
Khamenei Ingatkan Iran Bisa Tenggelamkan Kapal Perang AS!
Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 18 Feb 2026 10:29 WIB
Jakarta -
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengingatkan bahwa negara itu memiliki kemampuan untuk menenggelamkan kapal perang Amerika Serikat yang ditempatkan di kawasan Teluk.
Ancaman Khamenei ini disampaikan pada hari Selasa (17/2) waktu setempat menyusul peningkatan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut, seiring Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan pada Iran untuk mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya.
Dengan dimediasi oleh Oman, AS dan Iran terlibat pembicaraan yang bertujuan untuk mencegah kemungkinan tindakan militer AS, sementara Teheran menuntut pencabutan sanksi AS yang melumpuhkan ekonominya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Wanti-wanti Trump ke Iran soal Konsekuensi Jika Tak Capai Kesepakan di Oman
Delegasi kedua negara terlihat meninggalkan lokasi pembicaraan di kediaman duta besar Oman pada Selasa sore waktu setempat.
ADVERTISEMENT
"Kita terus mendengar bahwa mereka telah mengirim sebuah kapal perang ke arah Iran. Kapal perang tentu saja merupakan senjata berbahaya, tetapi yang lebih berbahaya adalah senjata yang mampu menenggelamkannya," kata Khamenei dalam pidato, dilansir Al Arabiya, Rabu (18/2/2026).
Ia menambahkan bahwa Trump tidak akan berhasil menghancurkan Republik Islam tersebut.
Trump sebelumnya telah memperingatkan adanya konsekuensi jika Teheran gagal mencapai kesepakatan. Ia telah berulang kali mengancam akan melakukan intervensi militer, yang awalnya atas tindakan keras otoritas Iran terhadap para demonstran bulan lalu, dan kemudian atas program nuklir Iran.
Washington telah memerintahkan dua kapal induk ke wilayah tersebut, dengan kapal induk pertama, USS Abraham Lincoln beserta hampir 80 pesawat militer, berada sekitar 700 kilometer (435 mil) dari pantai Iran pada hari Minggu lalu, menurut citra satelit.
Kapal induk kedua dikirim pada akhir pekan lalu seiring Trump meningkatkan tekanan.
"Saya rasa mereka tidak ingin menanggung konsekuensi jika tidak mencapai kesepakatan," kata Trump kepada wartawan sebelum pembicaraan.
Pemerintah Iran bersikeras agar pembicaraan dibatasi pada isu nuklir, meskipun Washington sebelumnya telah mendorong agar topik lain juga dibahas, termasuk program rudal balistik Iran dan dukungannya untuk kelompok-kelompok bersenjata di kawasan tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei pada hari Selasa (17/2) mengatakan pencabutan sanksi harus menjadi bagian integral dari kesepakatan apa pun.
Baca juga: AS-Israel Berselisih soal Iran, Kenapa?
Tonton juga video "Khamenei Peringatkan Trump soal Konflik Regional Jika Serang Iran"
[Gambas:Video 20detik]
Halaman 2 dari 2
(ita/ita)
iran amerika serikat ayatollah ali khamenei program nuklir iran
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Sepakbola
Thierry Henry: Bruno Fernandes Main Pakai Otak
Sepakbola
Timnas Brasil Rasa Premier League
detikOto
Pemilik Mazda Merapat! Mudik Tahun Ini, Bengkel Resmi Mazda Bagikan Oli Gratis
detikTravel
Heboh Harga Tiket Fantastis Rp 200 Juta, Garuda Indonesia Beri Penjelasan
detikFood
Mudik ke Jogja? Jangan Lewatkan 5 Kuliner Legendaris di Pasar Pathuk
detikNews
Akun Medsos Ali Larijani Posting Tulisan Ini Usai Israel Klaim Membunuhnya
detikHealth
Dokter Tangani Pria yang Ginjalnya Rusak gegara Overdosis Vitamin D
part of
Connect With Us
Copyright @ 2026 detikcom.
All right reserved
Kategori
detikNews
detikEdukasi
detikFinance
detikInet
detikHot
detikSport
Sepakbola
detikOto
detikProperti
detikTravel
detikFood
detikHealth
Wolipop
detikX
20Detik
detikFoto
detikHikmah
detikPop
Layanan
berbuatbaik.id
Pasang Mata
Adsmart
detikEvent
Signature Awards
Trans Snow World
Trans Studio
Bingkai.id
Ziswafctarsa.id
Flying Over Indonesia
For Your Business
rekomendit
Community Connect
Informasi
Redaksi
Pedoman Media Siber
Karir
Kotak Pos
Media Partner
Info Iklan
Privacy Policy
Disclaimer
Jaringan Media
CNN Indonesia
CNBC Indonesia
Haibunda
Insertlive
Beautynesia
Female Daily
CXO Media




