Iran Tantang AS: Kompromi atau Perang Menanti
Oleh :
Share :
Siap – Pejabat militer Iran kembali melontarkan pernyataan yang menegangkan di tengah proses perundingan dengan Amerika Serikat.
Baca Juga :
Trump Batal Kirim Pasukan Darat Gempur Iran, Bukti Washington Kewalahan
Dalam sebuah wawancara, Juru Bicara Militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, menyampaikan bahwa Presiden Amerikas Serikat (AS) hanya punya dua pilihan, yakni kompromi atau perang.
Hal itu disamapaika Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia menyusul penambahan 1.000 unit pesawat nirawak atau drone ke militer Iran pada Kamis, 5 Februari 2026.
Baca Juga :
Presiden Xi Nyalakan Mesin: Evakuasi Ribuan Warga dari Iran, China Peringatkan Serangan Terbesar dalam Sejarah di Israel
Akraminia juga menegaskan, bahwa Iran siap menghadapi perang jika memang itu yang diinginkan oleh AS dan sekutunya, yakni Israel.
"Trump harus memilih antara kompromi atau perang,” tegasnya.
Baca Juga :
Kasihan! Kisah Warga India dan Non-Yahudi di Israel yang Ditolak Shelter: Anjing Boleh Masuk, Kami Tidak!
Lebih lanjut Akraminia juga mengingatkan, jika pilihannya adalah perang, maka semua pangkalan militer AS akan terdampak, khususnya yang berada di Israel.
"Jika perang pecah, cakupannya akan meliputi seluruh wilayah geografis kawasan dan semua pangkalan AS, dari wilayah pendudukan hingga Teluk Persia dan Laut Oman, tempat AS memiliki pangkalan," ancam dia.
"Akses kita ke pangkalan AS mudah, dan ini telah meningkatkan kerentanan mereka," sambungnya dikutip dari ISNA.
Ilustrasi rudal balistik Iran siap hadapi Amerika
Photo :
Istimewa
Lebih lanjut Akraminia pun menegaskan di tengah potensi perang skala regional, kini Trump harus memilih antara kompromi atau konflik bersenjata.
Sementara itu, merespon gertakan militer Iran, Kepala Angkatan Udara Israel, Mayor Jenderal Tomer Bar menyatakan bahwa pihaknya terus meningkatkan kesiapan tempur.
Ia mengatakan persiapan itu mencakup taktik pertahanan dan serangan, termasuk melalui sistem pertahanan udara Air Dome.
Sementara itu, Iran menyatakan telah menambah persediaan rudal balistiknya sejak diserang Israel pada Juni lalu dan siap meluncurkan serangan balasan jika keamanannya terancam.
Ratusan Rudal Siap Meluncur
Diberitakan sebelumnya, saat proses perundingan tengah berjalan, Iran menegaskan bahwa mereka tetap dalam posisi siaga perang total.
Bahkan, IRGC dilaporkan telah menyiapkan sederet rudal balistik jarak jauh tercanggihnya jika AS mengeluarkan opsi perang terhadap Iran.
Beberapa pakar militer memprediksi, Iran mampu meluncurkan hingga 700 rudal balistik dalam satu gelombang serangan ke arah target tertentu, seperti Israel.
Mengutip dari berbagai sumber, sebelum konflik besar pada pertengahan 2025, Iran diperkirakan memiliki sekira 350 hingga 360 unit peluncur (launcher).
Halaman Selanjutnya
Meskipun jumlah ini sempat menyusut akibat serangan udara, tapi Iran bersama IRGC dilaporkan terus memulihkan kapasitas peluncurnya.
Share :
<
1
2 3 4 >




