AS Tarik Kapal Perang dari Bahrain di Tengah Ketegangan dengan Iran
Sumber Foto: Serambinews.com
Internasional

AS Tarik Kapal Perang dari Bahrain di Tengah Ketegangan dengan Iran

Jurnal Indonesia - Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang bermarkas di Bahrain dilaporkan kosong setelah seluruh kapal perang ditarik keluar.

SERAMBINEWS. COM, BAHRAIN - Ketegangan di Timur Tengah (Timteng) kembali meningkat tajam.

Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang bermarkas di Bahrain dilaporkan kosong setelah seluruh kapal perang ditarik keluar.

Informasi ini terungkap melalui citra satelit yang menunjukkan tidak adanya kapal besar di pangkalan utama tersebut.

Langkah ini memicu spekulasi bahwa Washington tengah mempersiapkan operasi militer besar terhadap Iran.

Associated Press (AP) melaporkan, bahwa keputusan penarikan dilakukan karena pangkalan Bahrain dianggap terlalu rentan jika konflik pecah.

Secara umum, pola pergerakan militer AS dapat digambarkan sebagai berikut:

Juni 2025: AS pernah melakukan manuver serupa setelah serangan terhadap fasilitas nuklir di kawasan.

Februari 2026: Kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) bersama kapal perusak USS Frank E Petersen Jr (DDG 121) dan kapal logistik USNS Carl Brashear (T-AKE 7) terpantau beroperasi di Laut Arab.

Saat ini: Jet tempur F-22 sudah ditempatkan di Israel, sementara pesawat perang elektronik EC-130H Compass Call juga disiagakan.

Analisis Militer

Sumber Middle East Monitor menyebutkan, bahwa Israel menilai AS telah mencapai point of no return dalam rencana serangan udara.

Seorang pensiunan perwira senior menegaskan bahwa pertanyaan utama bukan lagi apakah serangan akan terjadi, melainkan kapan dan seberapa luas cakupannya.

“Peluang AS untuk menahan diri semakin berkurang dari jam ke jam,” ujarnya.