AS dan Rusia Perbarui Dialog Militer, Upaya Redakan Ketegangan di Ukraina
KYIV, KOMP AS.TV — Amerika Serikat dan Rusia sepakat untuk mengaktifkan kembali dialog tingkat tinggi militer-ke-militer, sebuah langka yang dinilai sebagai upaya menurunkan ketegangan setelah hubungan kedua negara memburuk sejak perang Ukraina meletus hampir empat tahun lalu.
Kesepakatan itu diumumkan Kamis (5/2/2026) usai pertemuan pejabat militer senior AS dan Rusia di Abu Dhabi, di sela pembicaraan trilateral Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina mengenai upaya mengakhiri perang.
U.S. European Command menyatakan, jalur komunikasi tersebut akan menjadi kontak rutin militer-ke-militer untuk mendukung proses menuju perdamaian yang berkelanjutan.
Saluran komunikasi tingkat tinggi antara militer AS dan Rusia sebelumnya dibekukan sejak 2021, ketika hubungan kedua negara terus merosot menjelang invasi penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
Pertemuan di Abu Dhabi melibatkan Alexus Grynkewich, komandan pasukan Amerika Serikat dan NATO di Eropa.
Dialog itu berlangsung di tengah situasi medan perang yang masih panas, dengan Rusia terus melancarkan serangan besar ke infrastruktur energi Ukraina.
Aktivasi kembali dialog militer ini dipandang penting untuk mencegah bentrokan tidak disengaja antara kekuatan militer AS dan Rusia, terutama di kawasan sensitif seperti Laut Hitam dan wilayah udara Eropa Timur.
Salah satu insiden paling menonjol terjadi pada Maret 2023, ketika sebuah drone pengintai MQ-9 Reaper milik AS jatuh di Laut Hitam setelah berinteraksi dengan jet tempur Rusia.
NATO juga mencatat sejumlah pelanggaran wilayah udara negara anggotanya oleh drone dan pesawat Rusia dalam beberapa bulan terakhir, yang memicu kekhawatiran akan eskalasi yang tidak terkendali.
Moskow sebelumnya menuduh penerbangan pengintaian AS dan NATO membantu Ukraina menyerang target Rusia.
Sementara negara-negara NATO menilai manuver Rusia sebagai uji respons aliansi militer Barat.
Tak lama setelah dialog di Abu Dhabi, Rusia dan Ukraina mengumumkan pertukaran tawanan perang.




