AS Anjurkan Warganya Segera Tinggalkan Iran di Tengah Ketegangan Meningkat
Sumber Foto: Serambinews.com
Internasional

AS Anjurkan Warganya Segera Tinggalkan Iran di Tengah Ketegangan Meningkat

Ringkasan Berita:

Pemerintah Amerika Serikat mendesak seluruh warganya yang masih berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut menyusul meningkatnya ketegangan dan memburuknya situasi keamanan.

Peringatan tersebut disampaikan melalui Kedutaan Besar Virtual AS di Iran

Kedutaan menyebutkan bahwa warga negara AS kini menghadapi risiko yang lebih tinggi, termasuk interogasi, penangkapan, hingga penahanan oleh otoritas setempat.

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak seluruh warganya yang masih berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut menyusul meningkatnya ketegangan dan memburuknya situasi keamanan di kawasan itu.

Peringatan tersebut disampaikan melalui Kedutaan Besar Virtual AS di Iran, yang menangani urusan konsuler karena tidak adanya perwakilan diplomatik fisik di Teheran.

Dalam pernyataannya, kedutaan menyebutkan bahwa warga negara AS kini menghadapi risiko yang lebih tinggi, termasuk interogasi, penangkapan, hingga penahanan oleh otoritas setempat.

“Kami menegaskan bahwa warga negara AS tidak boleh mengandalkan bantuan evakuasi dari pemerintah Amerika Serikat apabila situasi keamanan semakin memburuk,” demikian pernyataan resmi kedutaan, seperti dilansir media Turki, Yeni Safak.

Dalam peringatan keamanan yang dirilis pada Jumat (6/2/2026), pemerintah AS juga melaporkan adanya peningkatan tindakan pengamanan di Iran, termasuk penutupan jalan, gangguan transportasi umum, serta pembatasan koneksi internet.

Pemerintah Iran disebut terus membatasi jaringan internet nasional serta layanan telepon seluler dan kabel, yang dinilai dapat menghambat komunikasi darurat.

Seiring dengan banyaknya maskapai penerbangan yang membatasi atau membatalkan penerbangan internasional dari dan menuju Iran, Kedutaan Besar Virtual AS memberikan saran alternatif bagi warga negaranya untuk meninggalkan negara tersebut.

“Jika dirasa aman untuk melakukannya, pertimbangkan untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat menuju Armenia atau Turkiye,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Selain itu, warga AS yang masih berada di Iran diminta untuk menjaga profil rendah, menghindari kerumunan dan demonstrasi, serta menyiapkan metode komunikasi alternatif apabila jaringan utama terputus.

Pemerintah AS juga mengeluarkan instruksi darurat bagi warga yang terpaksa tetap bertahan di Iran.

Mereka diminta segera mencari lokasi aman di dalam tempat tinggal atau bangunan lain, serta menimbun pasokan kebutuhan pokok untuk mengantisipasi kemungkinan pembatasan ruang gerak secara ekstrem.

Instruksi ini dikeluarkan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, yang bertepatan dengan dimulainya kembali perundingan nuklir di Oman serta peningkatan kehadiran militer AS di kawasan Teluk Persia.