Zakat Digenjot Jadi Alat Pengentasan Kemiskinan di Kotim
TINTABORNEO.COM, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan peran zakat tidak lagi sebatas ibadah personal, tetapi telah menjadi instrumen strategis dalam pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan di daerah.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim, Umar Kaderi mengatakan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kini menjadi mitra penting pemerintah daerah. Basznas membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok mustahik.
“Baznas telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan umat, serta penguatan nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Umar Kaderi dalam peringatan Hari Ulang Tahun (Hut) ke-25 BAZNAS dan Pembukaan Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Kotim, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Umar Kaderi, berbagai program yang dijalankan Baznas Kotim telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari bidang sosial, kesehatan, pendidikan, ekonomi hingga kemanusiaan.
Ia menyebut, bantuan yang diberikan bersifat langsung dan dapat dirasakan oleh para mustahik. Seperti diantaranya program rumah layak huni, bantuan modal dan peralatan usaha, bantuan biaya pengobatan, penyediaan sanitasi sehat, hingga bantuan tanggap bencana.
“Program-program ini berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur,” kata Umar Kaderi.
Umar Kaderi menegaskan, pengelolaan zakat secara maksimal tidak dapat dilakukan oleh Baznas sendiri. Keberadaan UPZ di masjid, mushola, instansi pemerintah, sekolah, hingga tingkat desa dan perusahaan, dinilai sangat krusial.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kotim, Sutimin menjelaskan, zakat memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sosial, terlebih di tengah tantangan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Seperempat abad perjalanan Baznas menunjukkan bahwa zakat memiliki peran strategis, dalam mendukung pembangunan sosial dan kesejahteraan umat,” ujar Sutimin.
Ia menyampaikan, dalam hampir dua tahun terakhir, kinerja Baznas Kotim menunjukkan peningkatan baik dari sisi pengumpulan maupun jumlah penerima manfaat zakat, infak, dan sedekah.
“Program-program yang kami jalankan dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga sosial kemanusiaan,” katanya.
Menurut Sutimin, dukungan pemerintah daerah dan kepercayaan para muzakki menjadi faktor penting agar zakat dapat terus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Hal itu sebagai instrumen penguatan kesejahteraan umat di Kotim. (mb)




