Vaksin Nusantara sebagai Alternatif dalam Upaya Mengatasi COVID-19
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mengeluarkan rekomendasi terkait pembaruan vaksin COVID-19, dengan tujuan untuk menargetkan varian Corona yang terus bermutasi. Rekomendasi ini muncul setelah pengamatan bahwa vaksin COVID-19 yang ada saat ini kurang efektif dalam mencegah infeksi dan gejala berat pada pasien yang terinfeksi.
Dalam pernyataan yang dirilis oleh Technical Advisory Group on Covid Vaccine Composition (TAG-CO-VAC), WHO menegaskan bahwa meskipun vaksin COVID-19 saat ini, termasuk yang berbasis virus Wuhan, masih memberikan perlindungan yang signifikan terhadap penyakit parah dan kematian, diperlukan formulasi baru yang lebih efektif untuk mengatasi gejala penyakit.
Salah satu fokus utama rekomendasi WHO adalah pengembangan vaksin yang mampu melawan subvarian Omicron XBB, yang kini menjadi varian dominan. Varian XBB.1.16, yang dikenal dengan nama 'Arcturus', dinyatakan memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dibandingkan varian lain.
Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO untuk COVID-19, menyebutkan bahwa berdasarkan penelitian laboratorium, subvarian ini memiliki mutasi tambahan yang membuatnya lebih menular dan berpotensi lebih berbahaya.
Vaksin Nusantara: Harapan Baru dalam Penanganan COVID-19
Menanggapi rekomendasi tersebut, Dar Edi Yoga, salah satu pendiri Beranda Ruang Diskusi, berharap pemerintah dapat memberikan regulasi yang mendukung produksi massal Vaksin Nusantara. Vaksin yang dikembangkan oleh Letnan Jenderal TNI (Purn) Prof. dr. Terawan Agus Putranto ini telah terdaftar dalam jurnal internasional ClinicalTrial.gov yang diadopsi oleh WHO.
Yoga menyampaikan bahwa hasil uji klinis Vaksin Nusantara telah dipublikasikan dalam jurnal medis internasional, Human Vaccines & Immunotherapeutics, yang terindeks Scopus Q1. Artikel tersebut berjudul “A personal COVID-19 dendritic cell vaccine made at point-of-care: Feasibility, safety, and antigen-specific cellular immune responses” dan diterbitkan pada 26 Agustus 2022.
Ia juga menambahkan bahwa hasil uji klinis I dan II Vaksin Nusantara menjadi yang pertama dari Indonesia yang dipublikasikan di jurnal medis internasional, dengan kerja sama antara Indonesia dan Amerika. Sebelumnya, pengembangan Vaksin Nusantara telah diterbitkan dalam jurnal yang sama dengan judul ’Dendritic cell vaccine as a potential strategy to end the Covid-19 pandemic. Why should it be Ex Vivo?’ yang dirilis pada 26 Mei 2022.
Menurut Dar Edi Yoga, Vaksin Nusantara menunjukkan potensi dalam mencegah dan mengobati berbagai varian COVID-19 dengan hanya memerlukan satu kali suntikan untuk perlindungan seumur hidup, berdasarkan testimoni dari relawan yang telah menerima vaksin tersebut.




