Tohpati dan Iwa K Hadirkan Nostalgia Musik 80-an dalam 'Vintage Sound'
Liputan6.com, Jakarta - Dua musisi legendaris Indonesia, Tohpati dan Iwa K, menyatukan energi kreatif mereka dalam sebuah proyek musik istimewa bertajuk "Vintage Sound: A Variety Show". Kolaborasi ini bertujuan membangkitkan memori kolektif pecinta musik terhadap tembang-tembang populer di era 70-an hingga 80-an dengan kemasan yang lebih segar.
Persiapan produksi musik untuk pagelaran ini dikabarkan sudah hampir mencapai tahap akhir dan siap dipentaskan. Tohpati menjelaskan mayoritas lagu yang akan ditampilkan sudah selesai melewati proses panjang di dapur rekaman.
"Sebenarnya lagunya sudah ada di rekaman, sudah diproses produksinya. Sisanya ada dua lagu tambahan, itu saja yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR)," ujar Tohpati saat ditemui di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).
Meski sebagian besar materi telah siap, masih ada beberapa bagian kecil yang perlu dipoles agar bisa ditampilkan secara maksimal di panggung. Tohpati mengaku masih meramu aransemen yang pas untuk salah satu lagu legendaris berjudul "Dansa Yo Dansa".
"Itu aku belum tahu, belum kebayang nanti jadinya seperti apa. Ini baru grooming sama Iwa untuk ikut juga join di situ," aku Tohpati.
Musik dengan Jiwa Masa Lalu
Perbesar
Fenomena kembalinya musik lawas ke permukaan memang didukung oleh kesuksesan beberapa musisi masa kini yang menggunakan formula serupa. Iwa K dan Tohpati sepakat bahwa telinga pendengar masa kini sedang mencari variasi musik yang memiliki jiwa dari masa lalu.
"Contohnya kayak Diskoria, itu kan sound-nya menurut aku agak vintage. Anak sekarang lebih nyari yang begitu, sudah bosan dia yang modern-modern. Dia cari yang zaman dulu," tutur Tohpati.
Selain aransemen, proses di balik layar juga mengungkap sisi menarik dari seorang Iwa K yang ternyata sangat mendetail. Rapper pelantun lagu "Bebas" tersebut sempat merasa tidak puas dengan hasil rekaman lagu "Alam Maya" hingga meminta dilakukan pengambilan suara ulang.
"Gue dengar banget lagu ini, gue sangat tahu. Pas sudah rekaman, kita sudah anggap keren, asik. Tetap malam pas dengar lagi, 'Ini kok ada yang kurang. Ya revisi dong, datang ke tempatnya Mas Bontot. Padahal dipikir banyak (revisi), cuma satu line saja. Cuma kepikiran," ungkap Iwa.




