Tiga Catatan Penting Terkait Kehadiran Rumah Sakit Asing di Indonesia
TEMPO.CO, Jakarta – Kebijakan pemerintah Indonesia yang memungkinkan rumah sakit (RS) asing untuk mendirikan cabang di tanah air disambut positif oleh Tjandra Yoga Aditama, pengamat isu kesehatan dan Direktur Pascasarjana Universitas YARSI. Namun, ia menekankan bahwa kebijakan ini harus diiringi dengan perhatian serius untuk memastikan dampaknya terhadap derajat kesehatan masyarakat.
Tiga Catatan Utama
Dalam pernyataannya, Tjandra menyampaikan tiga catatan penting yang perlu diperhatikan terkait kehadiran RS asing di Indonesia:
- Peningkatan Mutu Pelayanan: Cabang RS asing di Indonesia harus berperan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan untuk seluruh masyarakat, tanpa memandang status sosial. Hal ini penting agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.
- Aksesibilitas untuk Semua Kalangan: Kehadiran RS asing tidak seharusnya hanya melayani kalangan masyarakat tertentu. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyiapkan program dan dukungan khusus untuk memperkuat RS lokal dalam menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas, terutama kelompok rentan dan berpenghasilan rendah.
- Pentingnya Sumber Daya Manusia: Kualitas pelayanan di cabang RS asing dan RS lokal harus tetap terjaga, baik dari segi kualitas maupun jumlah tenaga kesehatan yang dibutuhkan. Tjandra menegaskan bahwa perhatian terhadap sumber daya manusia sangat penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Lebih lanjut, Tjandra menekankan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak cukup hanya bergantung pada layanan rumah sakit, baik lokal maupun asing. Fondasi utama sistem kesehatan harus tetap terletak pada kekuatan layanan kesehatan primer serta kegiatan promotif dan preventif di masyarakat.
“Pelaksanaan dan mutu pelayanan kesehatan primer merupakan salah satu sendi utama. Pentingnya kegiatan promotif dan preventif harus selalu ditekankan, baik oleh petugas fasilitas kesehatan maupun masyarakat sendiri,” tambahnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan masyarakat sipil dalam memperkuat sistem kesehatan. Tjandra memberikan contoh keterlibatannya sebagai warga dalam mendukung kegiatan kesehatan di tingkat puskesmas, dengan mengadakan kegiatan langsung bersama kader di puskesmas-puskesmas terdekat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan bahwa pemerintah Indonesia mengizinkan rumah sakit dan kampus asing untuk beroperasi di Indonesia, sebagai bagian dari kebijakan keterbukaan yang telah dimulai dalam dua tahun terakhir.




