Tiga Catatan Penting Pasca Kegagalan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, dan hasil ini memunculkan berbagai catatan yang menjadi sorotan masyarakat. Diskusi mengenai kegagalan ini masih hangat diperbincangkan, terutama di media sosial. Berikut adalah tiga catatan penting yang menyoroti keadaan Timnas Indonesia setelah gagal di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
1. Penurunan Peringkat FIFA
Peringkat FIFA Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, menjadikannya merosot di bawah Malaysia. Setelah kekalahan 2-3 dari Arab Saudi pada laga pertama putaran keempat, Indonesia turun dari peringkat 119 ke 120. Jika tidak ada perubahan hingga jeda internasional berakhir pada 17 Oktober mendatang, Indonesia berpotensi turun lebih jauh ke peringkat 122 dunia. Kekalahan 0-1 dari Irak menyebabkan Indonesia kehilangan total 13,21 poin dalam dua laga tersebut. Hal ini membuat Indonesia berada di bawah Thailand, Vietnam, dan Malaysia, yang dapat memperbaiki peringkat mereka melalui Kualifikasi Piala Asia 2027.
2. Penurunan Performa di Kualifikasi Piala Dunia
Performa Timnas Indonesia di enam pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 menunjukkan penurunan yang mencolok. Di bawah pelatih Patrick Kluivert, Indonesia hanya berhasil meraih 2 kemenangan dari 6 pertandingan, dengan total 5 gol yang dicetak dan 15 gol kebobolan. Sebagai perbandingan, di bawah pelatih Shin Tae-yong, Indonesia mencatatkan 6 kemenangan dari 14 laga dengan statistik yang lebih baik. Penurunan ini menggambarkan potensi masalah yang lebih besar jika tidak ada perbaikan pada performa dan mentalitas tim.
3. Hilangnya Mentalitas Meraih Poin di Laga Tandang
Salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan Indonesia adalah kehilangan mentalitas untuk meraih poin di kandang lawan atau di tempat netral. Dalam enam laga yang dipimpin oleh Kluivert, Indonesia hanya mengumpulkan 6 poin dari dua kemenangan di kandang, sementara pada laga tandang di Australia, Jepang, dan Arab Saudi, Indonesia tidak meraih poin. Berbeda dengan performa tandang saat dilatih Shin Tae-yong, di mana Indonesia sukses meraih 9 poin di laga tandang. Kekalahan di Jeddah dari Arab Saudi dan Irak menunjukkan bahwa Indonesia perlu melakukan evaluasi mendalam untuk meningkatkan performa di laga-laga mendatang.
Meskipun Timnas Indonesia telah gagal lolos ke Piala Dunia 2026, harapan untuk perbaikan tetap ada. Agenda mendatang adalah FIFA Matchday pada November 2025, yang diharapkan dapat menjadi momen kebangkitan bagi tim Garuda. Namun, keputusan untuk menjalani laga uji coba tersebut akan bergantung pada PSSI.




