Remaja di Salatiga Dikeroyok 15 Orang Usai Perang Sarung
Jurnal Indonesia - SALATIGA, KOMPAS.com - Seorang remaja mengalami luka parah setelah mengalami pengeroyokan.
Korban diduga terlibat dalam perang sarung dengan kelompok lain.
Pengeroyokan tersebut terjadi Kamis (26/2/2026) dini hari di Jalan Mertani Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga.
"Setelah ada laporan terkait kejadian tersebut, anggota langsung meluncur ke lokasi untuk pengamanan," ungkapnya.
Azis mengatakan korban berinisial H (14), yang merupakan pelajar warga Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga.
Korban mengalami luka pada bagian mulut dan kepala akibat dugaan pengeroyokan.
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula ketika terdengar suara letusan kembang api.
Saat keluar rumah, saksi melihat korban dikeroyok sekitar 15 orang.
Para pelaku diduga melakukan pemukulan menggunakan sarung, helm, serta menyalakan kembang api.
"Setelah saksi berteriak untuk melerai, kelompok tersebut langsung melarikan diri dari lokasi," ujarnya.
Salah satu terduga pelaku yang telah teridentifikasi berinisial H.S. (24), warga Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.
"Saat ini, petugas masih melakukan pendalaman dan pengembangan untuk mengungkap keterlibatan pelaku lainnya," kata Azis.
Tindakan kepolisian yang telah dilakukan antara lain, melaksanakan cek dan olah TKP tambahan, melakukan wawancara terhadap korban dan saksi-saksi untuk mengumpulkan bahan keterangan di sekitar lokasi, melakukan evakuasi korban serta berkoordinasi dengan PMI Kota Salatiga untuk penanganan medis.
"Kami mengimbau kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada jam-jam rawan menjelang sahur, guna mencegah aksi perang sarung yang berpotensi menimbulkan korban luka maupun gangguan kamtibmas," kata Azis.




