PLTSa Palembang Targetkan Pengurangan Sampah 30 Persen Melalui Konversi Energi
Sumber Foto: Kabar Megapolitan
Jurnal Nusantara

PLTSa Palembang Targetkan Pengurangan Sampah 30 Persen Melalui Konversi Energi

Pemerintah Kota Palembang sedang berupaya memberikan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah persampahan di kota tersebut. Dalam hal ini, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang berlokasi di Keramasan diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah hingga 30 persen dan mengubahnya menjadi energi listrik ramah lingkungan.

Kepala daerah, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menekankan pentingnya PLTSa sebagai bagian integral dari sistem kebersihan kota di masa depan. Dalam program Jurnal Nusantara Palembang yang ditayangkan di Kompas TV, ia menjelaskan bahwa fasilitas ini bukan hanya tambahan, tetapi merupakan tulang punggung pengelolaan sampah yang lebih baik.

Setiap harinya, Palembang menghasilkan sekitar 1.200 ton sampah. PLTSa dirancang untuk mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari, dengan kemampuan menghasilkan listrik sebesar 20 megawatt (MW).

“PLTSa ini akan berperan besar dalam menekan volume sampah secara signifikan, bahkan hingga 80 persen dari total yang masuk ke fasilitas,” ungkap Ratu Dewa. Ia juga menambahkan bahwa teknologi filtrasi berlapis yang diterapkan akan membantu mengurangi emisi gas metana yang berbahaya bagi lingkungan.

Dari total produksi listrik mencapai 20 MW, sekitar 17,7 MW diproyeksikan akan disalurkan langsung ke jaringan PLN, sehingga dapat memperkuat pasokan energi di Kota Palembang.

Meski teknologi yang digunakan sudah siap, Ratu Dewa menyatakan bahwa tantangan terbesar terletak pada aspek distribusi. Untuk memastikan operasional PLTSa yang berfungsi selama 20 hingga 24 jam sehari, diperlukan konsistensi dalam pasokan sampah yang tepat waktu.