Perkembangan Nilai Tukar Rupiah dan Yield SBN
Sumber Foto: Liputan6.com
Catatan Indonesia

Perkembangan Nilai Tukar Rupiah dan Yield SBN

Jurnal Indonesia - Bank Indonesia (BI) mencatat perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan yield Surat Berharga Negara (SBN). Pada 19 Februari 2026, rupiah ditutup di level Rp 16.870 per dolar AS, sementara yield SBN 10 tahun tercatat naik menjadi 6,44%.

Awal Kejadian

Pada 19 Februari 2026, indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 97,93, dan yield UST (US Treasury) Note 10 tahun juga mengalami peningkatan menjadi 4,067%. Di hari berikutnya, 20 Februari 2026, rupiah melemah dan dibuka pada level Rp 16.880 per dolar AS, sedangkan yield SBN 10 tahun naik menjadi 6,45%.

Perkembangan

Dalam keterangan resminya, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Kondisi Terakhir

Bank Indonesia juga mengumumkan rencana untuk membeli SBN sebesar Rp 173,4 triliun di pasar sekunder sebagai langkah strategis dalam pertukaran utang (debt switch). Pembelian ini akan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan harga pasar yang berlaku. Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sepakat bahwa penerbitan SBN oleh pemerintah dan pembelian dari pasar sekunder akan dilakukan dengan prinsip kebijakan fiskal dan moneter yang prudent.