Pematung I Nyoman Nuarta Membahas IKN Nusantara di Universitas Balikpapan
Sumber Foto: Jurnal Borneo
Jurnal Nusantara

Pematung I Nyoman Nuarta Membahas IKN Nusantara di Universitas Balikpapan

Dr (Hc) I Nyoman Nuarta, seorang pematung dan seniman terkenal, mengunjungi Universitas Balikpapan (Uniba) pada Jumat, 12 Juli, untuk acara "Bincang-bincang IKN & Bedah Buku dan Bazar Buku". Dalam kesempatan ini, ia didampingi oleh Alimuddin, Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Nyoman, yang dikenal dengan penampilannya yang bersahaja, menjelaskan bahwa ia telah menyelesaikan desain Istana Garuda di IKN. Buku yang dibedah dalam acara tersebut adalah karya Rektor Uniba, Dr Isradi Zainal, berjudul "IKN Nusantara, Dari Pakunagara untuk Indonesia dan Dunia". Buku ini merupakan hasil pengamatan Isradi tentang IKN sejak ditetapkan hingga saat ini.

Dalam diskusi tersebut, mahasiswa Uniba terkejut ketika ditanya tentang istilah "Pakunagara", yang ternyata merupakan akronim dari Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, lokasi IKN. Isradi berharap bukunya dapat menjadi referensi bagi masyarakat terkait pembangunan IKN.

Acara ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh penting, termasuk Prof Bambang Susantono yang memberikan komentar positif mengenai buku Isradi. Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara Perpustakaan Uniba dan Perpustakaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Nyoman Nuarta memuji Uniba yang memiliki program studi arsitektur dan membagikan pengalamannya dalam mendesain kompleks Istana Kepresidenan. Ia menyebutkan bahwa desainnya mengalami beberapa perubahan selama proses konstruksi, namun elemen tertentu, seperti kepala Garuda, tetap terjaga sesuai rencana.

Desain kepala Garuda yang menghadap ke depan merupakan hasil diskusi dengan Presiden Jokowi, yang menginginkan posisi tersebut agar tidak menengok ke sisi manapun. Nyoman juga mengungkapkan tantangan dalam pemilihan pekerja yang terlibat dalam pembangunan istana, yang harus memenuhi kriteria usia maksimal 36 tahun.

Nyoman, yang berusia 72 tahun, tetap aktif berkarya dan memiliki berbagai proyek besar, termasuk Patung Fatmawati Soekarno dan Monumen Proklamasi. Di IKN, ia juga merancang masjid negara dengan desain unik. "Saya ingin masjid ini menjadi contoh bagi negara-negara lain dan mencerminkan kekhasan Indonesia," ungkapnya.