Peluncuran Gerakan Sabuk Hijau Nusantara oleh OIKN dan Katadata
Sumber Foto: Jurnal Borneo
Jurnal Nusantara

Peluncuran Gerakan Sabuk Hijau Nusantara oleh OIKN dan Katadata

Inisiatif Lingkungan di Ibu Kota Nusantara

JAKARTA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Katadata meluncurkan kolaborasi bertajuk "Green Movement: Sabuk Hijau Nusantara" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta pada Selasa, 26 September 2023. Program ini bertujuan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon serta memberdayakan masyarakat setempat.

Lokasi dan Target Penanaman

Gerakan Sabuk Hijau Nusantara ini akan dilaksanakan di lahan seluas 256 ribu hektar di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang dirancang sebagai kota cerdas modern dengan mengusung konsep keberlanjutan. Pada tahap pertama, aksi ini akan dilaksanakan di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, dengan target penanaman 10 ribu pohon.

Simbolis Peluncuran

Peluncuran kolaborasi ini ditandai dengan penyerahan pohon secara simbolis oleh Metta Dharmasaputra, Co-Founder & CEO Katadata Indonesia, kepada Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono. Metta menyatakan harapannya agar inisiatif ini dapat berkembang tidak hanya di IKN tetapi juga ke wilayah lainnya.

Pentingnya Kolaborasi

Andi F. Noya, Founder Benih Baik, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan untuk berkolaborasi dalam proyek ini, menekankan tanggung jawab bersama untuk kebaikan generasi mendatang. Ia berharap kolaborasi ini akan menjadi momentum penting dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Respon Otorita IKN

Bambang Susantono mengapresiasi inisiatif ini dan berharap dapat memicu kolaborasi lainnya. Ia menggambarkan gerakan ini sebagai bola salju yang akan semakin besar seiring berjalannya waktu, dengan harapan dapat menyatukan masyarakat dalam membangun IKN.

Progres Pembangunan IKN

Dalam acara tersebut, Bambang Susantono juga memberikan update mengenai pembangunan IKN. Ia menyampaikan bahwa pembangunan Istana Presiden berjalan sesuai rencana dan diharapkan dapat digunakan untuk upacara 17 Agustus 2024. Ia juga menambahkan bahwa semua utilitas akan ditanam di bawah tanah untuk mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh kabel listrik dan fiber optic yang terpasang di atas tanah.