P3M UNAS Rilis Catatan Akhir Tahun 2025, Soroti Arah Politik Luar Negeri Indonesia di Era Prabowo
P3M UNAS Mengeluarkan Catatan Akhir Tahun 2025
Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Universitas Nasional (UNAS) baru-baru ini merilis catatan akhir tahun 2025 yang mengulas berbagai isu penting, termasuk arah politik luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Dalam laporan tersebut, P3M menganalisis perubahan kebijakan luar negeri yang diambil oleh pemerintah dan dampaknya terhadap posisi Indonesia di kancah internasional.
Analisis Arah Politik Luar Negeri
Laporan ini menyoroti beberapa kebijakan strategis yang diterapkan oleh pemerintah, terutama dalam hal kerjasama internasional dan diplomasi. P3M mencatat bahwa di era Prabowo, Indonesia berupaya memperkuat hubungan dengan negara-negara besar serta meningkatkan peran aktif dalam organisasi internasional.
Fokus pada Keamanan dan Ekonomi
Salah satu poin penting yang diangkat dalam catatan tersebut adalah fokus pada masalah keamanan dan ekonomi. P3M menekankan pentingnya mengintegrasikan kebijakan luar negeri dengan kepentingan domestik, termasuk perlindungan terhadap sumber daya alam dan peningkatan investasi asing.
Pentingnya Diplomasi Multilateral
P3M juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan diplomasi multilateral dalam menghadapi tantangan global. Laporan ini merekomendasikan agar Indonesia lebih aktif dalam forum-forum internasional untuk membangun jaringan dan kerja sama yang saling menguntungkan.
Kesimpulan
Catatan akhir tahun 2025 yang dirilis oleh P3M UNAS memberikan gambaran yang komprehensif mengenai arah politik luar negeri Indonesia di bawah Prabowo. Melalui analisis yang mendalam, laporan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dan akademisi dalam memahami dinamika politik luar negeri Indonesia ke depan.




