Lagu 'Tuhan Kita Satu' Dorong Toleransi dari Kisah Mantan Radikalis
Bandar Lampung, Lampung – Institut Musik Jalanan (IMJ) Jawa Tengah resmi meluncurkan single terbaru berjudul "Tuhan Kita Satu". Lagu ini memiliki latar belakang yang mendalam karena diciptakan oleh Kurniawan, seorang mantan anggota kelompok radikal NII yang kini telah insyaf dan memilih jalan moderat.
Melalui karya seni ini, IMJ Jateng ingin menyebarkan pesan perdamaian dan bahaya radikalisme berdasarkan pengalaman nyata sang pencipta lagu.
Lagu ini dibawakan oleh Zedi (Ketua IMJ Jateng) dan Deka FM sebagai vokalis, dengan dukungan penuh personel musik dari anggota IMJ Jawa Tengah.
Uniknya, video klip lagu ini mengambil latar di berbagai rumah ibadah dan melibatkan tokoh lintas agama untuk memperkuat pesan harmoni.
"Kami ingin menyampaikan pesan toleransi melalui musik. Kurniawan yang merupakan mantan radikalis ingin kisahnya menjadi inspirasi agar masyarakat waspada terhadap paham radikal," ujar Zedi.
Zedi menyebut bahwa IMJ Jawa Tengah juga berencana mengelar lomba musik dalam Festival Ramadhan bertajuk AKSI MUSIK ANAK BANGSA, dan lagu Tuhan Kita Satu akan menjadi lagu wajib dalam perlombaan tersebut.
"Kita ingin menyampaikan pesan pesan toleransi dan kebangsaan melalui seni musik, kebetulan ada seorang Kurniawan yang merupakan mantan radikalis yang telah insyaf mau menuangkan kisahnya dalam sebuah lagu yang diharapkan mampu menjadi inpirasi untuk masyarakat luas," beber Zedi.
Selain Festival Ramadhan, Zedi juga akan mengajak Kurniawan untuk Road Show di 35 Kabupaten/Kota se Jateng untuk mengkampayekan toleransi dan kebangsaan lewat lagu 'Tuhan Kita Satu'.
"Kita akan mengampanyekan bahaya radikalisme langsung dari mantan pelaku yang telah insyaf untuk menceritakan pengalamannya agar masyarakat waspada," ujar Zedi.
Jika lagu ciptaan Kurniawan tersebut bisa diterima masyarakat, rencana IMJ akan melanjutkan tour ke tingkat nasional. Ungkap Zedi.
Sementara itu, Kurniawan sang pencipta lagu "Tuhan Kita Satu" mengajak para pendengar untuk dapat bersyukur menikmati hidup dengan cinta, supaya dapat merasakan aman damai dalam toleransi walaupun latar belakang agama berbeda beda.
Kurniawan mengajak para pendengar agar memahami esensi beragama yang sejatinya adalah menghadirkan Tuhan dalam realitas kehidupan terutama Ar-Rahman dan Ar-Rahim dengan mengasihi dan menyayangi sesama manusia.




