Kutai Timur Siap Menjadi Superhub Ekonomi IKN Nusantara
Kutai Timur Ditunjuk Sebagai Superhub IKN Nusantara
Kabupaten Kutai Timur telah ditetapkan sebagai salah satu superhub atau penyokong ekonomi bagi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, bersama beberapa kabupaten dan kota lain di Provinsi Kalimantan Timur. Penetapan ini mencerminkan upaya pemerintah dalam mempersiapkan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah baru tersebut.
Sektor Pertambangan Tidak Termasuk Dalam Program Utama
Meskipun Kutai Timur dikenal memiliki cadangan minyak dan batu bara yang besar, sektor pertambangan tidak akan menjadi fokus dalam program pembangunan IKN Nusantara yang telah dirancang oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Keputusan ini menunjukkan adanya pergeseran dalam strategi pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan.
Ketergantungan Terhadap Sektor Pertambangan
Hingga saat ini, Kutai Timur masih sangat bergantung pada dana bagi hasil dari sektor pertambangan untuk mendanai berbagai program pembangunan. Namun, hal ini diakui oleh Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, David Rante, yang menyatakan bahwa ketergantungan tersebut perlu diubah seiring dengan berjalannya waktu.
Pendapat Anggota DPRD
David Rante menanggapi keputusan pemerintah pusat dengan sikap positif. Ia menilai bahwa keputusan yang diambil berdasarkan analisis dan pertimbangan yang matang. “Masih lama, dan saya melihat masih dalam batas kewajaran. Prediksi pendapatan seperti itu (dari sektor pertambangan) sudah melalui tahapan dan sumber data yang akurat,” ungkapnya.
Peralihan ke Sektor Agribisnis dan Agroindustri
Untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan, DPRD dan pemerintah daerah Kutai Timur berupaya untuk mengembangkan sektor agribisnis dan agroindustri. Rante menjelaskan bahwa sektor-sektor ini diharapkan dapat menjadi pengganti sumber pendanaan yang sebelumnya diperoleh dari pertambangan. “Kita sudah melihat hasilnya, salah satunya adalah adanya dana bagi hasil dari perkebunan sawit yang akan masuk ke dalam APBD murni 2024 ini,” kata Rante. Dengan langkah ini, diharapkan Kutai Timur dapat bertransformasi menjadi daerah yang lebih mandiri dan berkelanjutan dalam hal ekonomi.




