Jumatan Pertama di Masjid Nusantara IKN: Momen Bersejarah di Ibu Kota Baru
Masjid Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN) menggelar salat Jumat pertama pada bulan Ramadan ini, dihadiri oleh ribuan jamaah. Momen bersejarah ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk para pekerja dan staf Otorita IKN.
Rizal Effendi, yang turut hadir dalam salat tersebut, menyatakan rasa syukurnya atas kesempatan untuk beribadah di masjid baru ini. "Alhamdulillah ini sejarah dan berkah, karena kita bisa ikut Jumatan pertama di Masjid IKN. Semoga kelak pintu surga terbuka untuk kita," ucap Pak Adam Sinte, mantan anggota DPRD Kaltim yang juga hadir dalam acara tersebut.
Salat Jumat kali ini diisi dengan khotbah oleh Menteri Agama, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA, yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta. Dalam khotbahnya, beliau menggarisbawahi pentingnya fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan interaksi sosial dalam membangun peradaban.
Menariknya, masjid ini tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan yang diharapkan dapat menjadi mercusuar toleransi antarumat beragama. Sebagai langkah awal, Masjid Nusantara juga telah menjadi titik pemantauan rukyatul hilal nasional untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Masjid Nusantara sendiri mulai dibangun pada November 2023, dengan ground breaking dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Januari 2024. Dengan kapasitas yang awalnya direncanakan untuk 29 ribu jamaah, kapasitas masjid ini kemudian diperbesar menjadi 60 ribu jamaah, meskipun masih lebih kecil dibandingkan dengan Masjid Istiqlal yang dapat menampung hingga 120 ribu jamaah.
Arsitektur Masjid Nusantara dirancang oleh seniman I Nyoman Nuarta, dengan konsep yang melambangkan kesucian dan hubungan manusia dengan Tuhan. Pembangunan masjid ini dibiayai oleh APBN sebesar Rp940 miliar, dan saat ini masih dalam proses penyelesaian.
Selain Masjid Nusantara, Pemerintah juga tengah membangun Gereja Katolik Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius yang berlokasi berseberangan dengan masjid, sebagai simbol pluralisme di IKN. Gereja ini ditargetkan dapat berfungsi pada Mei 2026, bersamaan dengan acara Sidang Tahunan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Dengan berfungsinya Masjid Nusantara, Otorita IKN berharap masjid ini dapat menjalankan perannya sebagai pusat kegiatan keagamaan dan menjadi simbol toleransi serta persatuan di Ibu Kota baru.




