Feast: Band Rock Alternatif Berpengaruh dengan Pesan Sosial Kuat
SABACIREBON - Grup musik rock alternatif Feast termasuk salah satu band paling berpengaruh di Indonesia dalam satu dekade terakhir. Popularitas mereka melejit berkat deretan lagu yang bukan hanya hits, tetapi juga kuat secara pesan sosial.
Lagu Nina bahkan telah diputar lebih dari 448 juta kali di Spotify. Tak hanya itu, Tarot telah didengar sekitar 283 juta kali, O Tuan menembus 191 juta pemutaran, dan Peradaban mencapai 167 juta kali diputar. Angka-angka tersebut menegaskan posisi .Feast sebagai band papan atas di industri musik nasional.
Perjalanan 14 Tahun yang Konsisten
Band asal Jakarta ini telah berkarier selama 14 tahun dan melahirkan sejumlah album penting. Mereka memulai dengan Multiverses (2017), disusul Beberapa Orang Memaafkan (2018), kemudian Uang Muka (2020), hingga album fenomenal Membangun dan Menghancurkan yang dirilis pada 2024.
Musik .Feast dikenal memadukan rock alternatif dengan sentuhan progressive rock, hard rock, hingga stoner rock. Balutan musik yang enerjik itu membungkus lirik-lirik kritis yang membahas isu sosial, politik, keresahan generasi muda, hingga realitas kehidupan urban. Di tengah dominasi lagu bertema percintaan, .Feast justru tampil berbeda—lebih reflektif dan konfrontatif.
Formasi Solid dan Deretan Penghargaan
Formasi band ini terdiri dari Daniel (vokal, synthesizer), Adnan (gitar), Dicky (gitar), Fadli (bass), dan Dias (drum). Mereka bertemu dan membentuk band saat masih kuliah sefakultas di Universitas Indonesia (UI). Aktivisme mahasiswa dan tradisi berpikir kritis turut membentuk karakter musikal serta perspektif lirik mereka.
Dalam perjalanan kariernya, Feast meraih berbagai penghargaan bergengsi. Di ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) 2025, mereka sukses meraih penghargaan “Album Rock Terbaik” dan masuk nominasi di tiga kategori lainnya.




