Cuaca Buruk di Banyuwangi: Pohon Tumbang dan Pasar Takjil Sepi
Sumber Foto: Radarbangsa.com
Ekonomi

Cuaca Buruk di Banyuwangi: Pohon Tumbang dan Pasar Takjil Sepi

Jurnal Indonesia - RADARBANGSA.COM - Hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang melanda Banyuwangi, Jumat (20/2/2026) sore, menyebabkan sebuah pohon tumbang di Jalan Kepiting, Kecamatan Banyuwangi. Di waktu yang sama, cuaca buruk itu juga membuat aktivitas pelaku UMKM di pasar takjil sepi pembeli.

Pohon berukuran cukup besar roboh dan menimpa satu unit Toyota Avanza serta sepeda motor Yamaha N-Max yang sedang terparkir di tepi jalan. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu, namun kedua kendaraan mengalami kerusakan.

Baca juga : IPM Terus Naik, Banyuwangi Jadi Pusat Peringatan Hardiknas

Kapolsek Banyuwangi Kota, AKP Hendry Christianto, menegaskan pihaknya akan meningkatkan patroli, terutama saat kondisi cuaca memburuk. Langkah itu dilakukan untuk meminimalkan risiko bencana seperti pohon tumbang dan genangan air.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar," ujarnya.

Baca juga : Nihayatul Wafiroh: 27 Ribu Suspek TBC di Banyuwangi Bom Waktu Kesehatan

Sementara itu, dampak cuaca buruk juga langsung dirasakan pelaku UMKM di pasar takjil kawasan Setro Penganten. Hujan yang berlangsung lebih dari satu jam membuat lapak-lapak yang biasanya ramai menjelang berbuka puasa mendadak sepi pembeli.

Pantauan di sepanjang Jalan Letjen Sutoyo, para pedagang tampak sibuk menyelamatkan barang dagangan. Sebagian menutup lapak dengan plastik seadanya, sementara lainnya memilih menghentikan jualan lebih awal karena khawatir dagangan rusak.

Baca juga : Dorong Budaya dan Ekonomi, Banyuwangi Resmikan Pusat Batik Modern

Sepinya pembeli dipengaruhi genangan air di sekitar lokasi. Kawasan pasar takjil Setro Penganten dikelilingi ruas jalan yang tergenang, baik di sisi timur Jalan Kolonel Sugiono maupun sisi barat Jalan Ahmad Yani, tepat di depan kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Laily (21), penjual jus buah asal Kecamatan Rogojampi, mengaku harus memasukkan sebagian dagangannya saat hujan turun mendadak.

“Ya, hujan seperti ini saya masukkan sebagian buah-buahan agar tidak basah semua karena tendanya cukup kecil juga,” ujarnya.

Ia mengaku kondisi tersebut membuat hampir tidak ada pembeli yang mampir, terlebih produk yang dijual berupa minuman dingin.

“Hujan kayak begini masih belum ada pembeli. Apalagi dagangan saya es buah,” tambahnya.

Hal serupa dialami Aliyah, pedagang sate taichan, yang memutuskan tidak berjualan karena hujan turun tepat saat ia mulai menata lapak.

“Saya baru menata barang dagangan jam 15.30, tetapi langsung diguyur hujan jadi saya putuskan tidak berjualan hari ini,” katanya.