BLACKPINK Luncurkan Mini Album 'Deadline' dengan Lagu 'GO' dan Kolaborasi Bersama Chris Martin
Sumber Foto: PortalMadura.com
Hiburan

BLACKPINK Luncurkan Mini Album 'Deadline' dengan Lagu 'GO' dan Kolaborasi Bersama Chris Martin

Jurnal Indonesia - PortalMadura.com – YG Entertainment resmi merilis mini album (EP) terbaru BLACKPINK bertajuk Deadline pada Jumat, 27 Februari 2026, pukul 12.00 WIB. Peluncuran ini dibarengi dengan perilisan video musik untuk lagu utama “GO”, yang menampilkan eksperimen musik berbeda dari identitas grup sebelumnya.

Kehadiran Deadline menjadi momen dinanti para penggemar setelah masa hiatus relatif panjang. Lagu “GO” menghadirkan komposisi suara unik yang kontras dengan ciri khas vokal Rosé, Jisoo, Lisa, dan Jennie pada karya-karya terdahulu, menandai babak baru dalam evolusi musikalitas BLACKPINK.

Kolaborasi Internasional di Balik Lagu “GO”

Produksi lagu “GO” melibatkan sederet nama besar industri musik global. Produser pemenang Grammy, Teddy Park, kembali berkolaborasi dengan Cirkut (Henry Walter) untuk menggarap aransemen lagu utama ini.

Yang menarik, keempat anggota BLACKPINK turut tercatat sebagai komposer untuk “GO”, menunjukkan keterlibatan kreatif yang lebih mendalam. Tidak berhenti di situ, Chris Martin, vokalis grup musik asal Inggris Coldplay, juga masuk dalam jajaran komposer bersama Henry Walter dan Danny Chung dari Saja Boys K-Pop Demon Hunters.

Kolaborasi lintas benua ini memperkuat posisi BLACKPINK sebagai grup K-Pop dengan jangkauan internasional yang luas, sekaligus membuka peluang pertukaran kreativitas antar-industri musik global.

Konsep Visual Futuristik Garapan Sutradara Rima Yoon

Video musik “GO” mengusung estetika futuristik dengan pendekatan puitis dan eksklusif. Berbeda dengan video musik “JUMP” yang menampilkan kerumunan massa di Kota Seoul, “GO” menitikberatkan pada transisi visual artistik tanpa mengandalkan koreografi menghentak seperti karya sebelumnya.

Sutradara Rima Yoon dipercaya menggarap visual video musik ini. Rima sebelumnya dikenal melalui karya-karya populer seperti “Move” milik Taemin, “Armageddon” dan “Rich Man” milik aespa, “HOT” dari SEVENTEEN, serta sejumlah proyek musik BOYNEXTDOOR dan IZ*ONE.

Identitas Rima Yoon muncul secara halus pada bagian awal video yang tertera di salah satu dayung berwarna perak. Secara keseluruhan, video musik “GO” didominasi penggunaan efek grafis komputer (CGI) padat untuk membangun suasana dramatis dalam setiap adegannya.

Kontras Musikal: “GO” vs “JUMP”

Dalam mini album Deadline, BLACKPINK menyajikan dua sisi berbeda melalui lagu “GO” dan “JUMP”. Jika “JUMP” menghadirkan beat yang lebih akrab dengan gaya lama BLACKPINK—energik dan penuh kepercayaan diri—”GO” justru mengeksplorasi tekstur suara yang lebih eksperimental dan atmosferik.

Perbedaan ini menunjukkan fleksibilitas artistik grup dalam menafsirkan ulang identitas musikal mereka tanpa meninggalkan karakter vokal yang telah menjadi ciri khas.

Detail Rilis Mini Album “Deadline”

Implikasi bagi Karier BLACKPINK

Rilis Deadline menandai fase penting dalam perjalanan karier BLACKPINK. Dengan keterlibatan lebih besar dalam proses kreatif dan kolaborasi bersama musisi kelas dunia, grup ini semakin memantapkan posisi sebagai artis global yang tidak hanya mengandalkan popularitas, tetapi juga kedalaman artistik.

Keberanian mengeksplorasi identitas musikal baru melalui “GO” juga menunjukkan kepercayaan diri BLACKPINK untuk terus berkembang di tengah ekspektasi tinggi penggemar dan industri.

Respons Awal dan Antusiasme Penggemar

Sejak pengumuman rilis, antusiasme penggemar global terhadap Deadline terlihat dari trending topik di berbagai platform media sosial. Video musik “GO” langsung meraih jutaan penayangan dalam jam-jam pertama setelah peluncuran.

Kolaborasi dengan Chris Martin menjadi sorotan khusus, dengan banyak penggemar internasional menyatakan kegembiraan atas pertemuan dua dunia musik yang berbeda dalam satu karya.