Analisis Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia dan Amerika Serikat
Jurnal Indonesia - Perjanjian perdagangan resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat menandai langkah penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang menandatangani perjanjian ini, seiring dengan Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan India.
Awal Kejadian
Presiden Prabowo Subianto, dalam pengarahannya di depan Peserta Retret KADIN Indonesia 2025 di Hambalang, menyampaikan pandangannya mengenai dinamika geopolitik global. Ia menekankan pentingnya menjaga posisi Indonesia di tengah persaingan kekuatan besar dunia.
Perkembangan
Strategi ambivalensi yang berbasis pada politik Non-Blok dan Bebas Aktif diharapkan dapat diterapkan secara tepat oleh Indonesia. Presiden Prabowo berkeyakinan bahwa hal ini relevan dalam konteks perjanjian perdagangan resiprokal dengan AS, yang menunjukkan Indonesia sebagai partner yang dapat diandalkan di kawasan.
Kondisi Terakhir
Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, Indonesia diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai mitra strategis bagi AS, khususnya di kawasan Asia Tenggara dan dunia.




