Radio Widuri Kembangkan Diri Melalui Studi Banding ke RRI Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Widuri Kabupaten Pemalang melakukan studi banding ke Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Purwokerto, Kamis (19/2/2026). Sejumlah kerja sama dijajaki, di antaranya kerja sama pengisian konten pemberitaan hingga relay berita dari RRI Purwokerto di LPPL Widuri.
LPPL Widuri yang berada di bawah Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pemalang ini melihat sejumlah fasilitas siaran yang ada di RRI Purwokerto. Rombongan tersebut hadir bersama anggota DPRD Pemalang dari Komisi A.
Ketua Komisi A DPRD Pemalang A Fahmi Hakim yang memimpin rombongan mengatakan DPRD Pemalang mendukung upaya LPPL Widuri untuk berkembang menjadi lembaga penyiaran yang mampu melayani masyarakat Pemalang, mulai dari hiburan, pendidikan hingga budaya. Oleh karena itu, pihaknya mendukung dari sisi penganggaran agar Radio Widuri bisa berkembang.
Hakim menambahkan, kedatangan ke RRI Purwokerto untuk belajar bertransformasi sebagai media radio di era digital, agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu melakukan lompatan pelayanan kepada masyarakat Pemalang.
“Pada tahun lalu kami telah menganggarkan sekitar Rp100 juta untuk peralatan seperti kamera, sehingga Radio Widuri ini semakin berkembang dan dapat dilihat oleh masyarakat. Kami juga siap untuk penganggaran tahun 2027 demi kemajuan Radio Widuri,” kata Hakim.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pemalang Dian Ika Siswanti mengatakan Radio Widuri saat ini memberikan layanan kepada masyarakat Pemalang dengan siaran hiburan, pendidikan, dan budaya.
Namun, karena berbagai kendala, terMasuk dari sisi sumber daya manusia dan peralatan, diperlukan inovasi yang lebih baik agar radio ini tetap bertahan dan terus melayani masyarakat Pemalang.
“Kami ingin belajar ke RRI Purwokerto bagaimana membuat acara yang menarik dan diterima oleh masyarakat. Kami punya acara siaran pelajar dan sekarang juga melalui streaming. Antusiasme masyarakat luar biasa ketika akan siaran, mereka berdandan dan lain-lain,” terang Dian Ika.
Rombongan LPPL Widuri dan Komisi A DPRD Pemalang diterima langsung oleh Kepala RRI Purwokerto Slamet Faozan. Menurut Faozan, radio saat ini masih menjadi sumber informasi dan hiburan bagi masyarakat.
Hal ini terbukti di RRI Purwokerto yang masih menjadi acuan untuk berbagai kegiatan. Salah satunya saat siaran Ramadan. Indikatornya, RRI Purwokerto bahkan menolak iklan untuk penayangan menjelang azan magrib selama bulan puasa.
“Di antara disrupsi informasi dan media yang bertumbangan, kuncinya adalah inovasi dan mengikuti perkembangan teknologi. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi cara radio untuk bertahan. Saya yakin radio tetap ada yang mendengarkan,” terang Faozan.
Faozan juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Radio Widuri melalui berbagai konten, termasuk kerja sama penyiaran berita atau relay berita dari RRI Purwokerto di Radio Widuri.




