Pertemuan Perdamaian di Washington: Janji dan Kenyataan
Jurnal Indonesia - Pertemuan perdamaian yang disebut Board of Peace (BoP) berlangsung di Washington, dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara, namun tanpa kehadiran sekutu utama Eropa. Janji miliaran dolar untuk rekonstruksi Gaza menjadi sorotan, tetapi ketidakpastian tetap membayangi realisasi rencana tersebut.
Awal Kejadian
Pertemuan BoP, yang merupakan gagasan Donald Trump, diadakan dengan megah meskipun tidak dihadiri oleh sekutu-sekutu utama Eropa. Beberapa negara, seperti Inggris, Jerman, dan Prancis, memilih untuk absen, sementara Vatikan menegaskan bahwa urusan krisis internasional sebaiknya berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Perkembangan
Dalam pertemuan ini, janji lebih dari 5 miliar dolar untuk rekonstruksi Gaza disampaikan, dengan rencana untuk mengirimkan ribuan personel untuk pasukan stabilisasi internasional. Namun, para pengamat mengingatkan bahwa janji tersebut belum tentu terwujud. Pertanyaan mengenai siapa yang akan memerintah Gaza dan bagaimana kebutuhan darurat rakyat Palestina akan dipenuhi masih menggantung. Rencana damai 100 hari yang dipromosikan Jared Kushner mengalami kendala, dan bantuan kemanusiaan juga terhambat.
Kondisi Terakhir
Di Gaza, kondisi tetap memprihatinkan dengan bangunan yang masih runtuh dan kebutuhan dasar yang belum terpenuhi. Meskipun ada upaya untuk membangun perdamaian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa janji-janji diplomatik tidak selalu diikuti oleh tindakan nyata. Dalam konteks ini, perdamaian tampaknya lebih sebagai proyek daripada sebuah kenyataan yang dapat dijangkau.




