Perpanjangan Bantuan Langsung Tunai dan Program Magang Dinilai Positif oleh Ketua Komisi XI DPR
Sumber Foto: CNBC Indonesia
Catatan Indonesia

Perpanjangan Bantuan Langsung Tunai dan Program Magang Dinilai Positif oleh Ketua Komisi XI DPR

Jakarta - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, memberikan tanggapan positif terhadap paket stimulus ekonomi terbaru yang diluncurkan oleh pemerintah. Paket ini mencakup perpanjangan Bantuan Langsung Tunai (BLT) serta perluasan program magang nasional.

Misbakhun menilai bahwa kebijakan ini mencerminkan kepekaan pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi jangka pendek dan penguatan fondasi pembangunan jangka panjang. "Perpanjangan BLT sangat fundamental. Di tengah tekanan global, menjaga daya beli masyarakat berarti menjaga roda ekonomi lokal tetap berputar," ujarnya dalam keterangan resmi pada Sabtu (18/10/2025).

BLT yang akan disalurkan hingga Desember 2025 ini ditargetkan untuk sekitar 35,46 juta penerima manfaat langsung. Selain itu, diperkirakan lebih dari 100 juta warga akan merasakan dampak tidak langsung dari program ini.

Misbakhun juga mengungkapkan bahwa besaran bantuan yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya diharapkan dapat memperkuat konsumsi rumah tangga, yang merupakan motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Lebih lanjut, ia menyoroti perluasan program magang nasional, yang meningkatkan kuota peserta dari 20 ribu menjadi 80 ribu, sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan adaptif dalam menghadapi dunia kerja. "Kalau daya beli masyarakat adalah kekuatan ekonomi hari ini, maka SDM unggul adalah jaminan masa depan ekonomi Indonesia," tegasnya.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan, Misbakhun menekankan pentingnya sinergi antar lembaga, termasuk Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan OJK, agar stimulus yang diberikan dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) yang optimal.

"Dengan koordinasi yang solid dan kebijakan fiskal yang terukur, stimulus ini bukan hanya menahan perlambatan ekonomi global, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan," tutup Misbakhun.