Kondisi Ekonomi Indonesia di Akhir 2025: Fondasi Kokoh di Tengah Tekanan Global
JAKARTA - Perekonomian Indonesia berhasil menutup tahun 2025 dengan landasan yang kuat meskipun menghadapi berbagai tantangan dari kondisi global. Stabilitas makroekonomi yang terjaga, ditunjukkan oleh ekspansi sektor manufaktur dan neraca perdagangan yang terus mencatat surplus, diperkirakan akan menjadi modal utama bagi pertumbuhan di tahun 2026.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyatakan bahwa ketahanan ekonomi nasional merupakan hasil dari aktivitas domestik yang tetap solid. "Perekonomian Indonesia di akhir tahun 2025 tetap resilien, didukung oleh aktivitas manufaktur yang ekspansif, inflasi yang terkendali, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus. Faktor-faktor ini menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di tahun 2026," ujarnya dalam keterangannya.
Sektor manufaktur nasional menunjukkan kinerja positif dengan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur pada bulan Desember 2025 berada di level 51,2. Capaian ini menandakan ekspansi selama lima bulan berturut-turut, didorong oleh permintaan domestik yang kuat dan peningkatan aktivitas ketenagakerjaan.




