Kepemimpinan Baru Bawa Mojokerto Menuju Ekonomi Melesat dan Penurunan Kemiskinan
KABUPATEN - Hari ini (20/2), tepat satu tahun Muhammad Albarraa dan Wabup dr. Muhammad Rizal Octavian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto periode 2025-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Dalam satu tahun kepemimpinan mereka, berbagai program strategis dan berdampak pun telah berhasil dicapai. Mulai dari membawa ekonomi daerah melesat di atas rata-rata provinsi dan nasional hingga penurunan kemiskinan di bumi Majapahit.
’’Alhamdulillah, tepat di bulan Februari ini saya dan Mas Wabup (Rizal, Red) sudah satu tahun mengemban amanah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto. Selama satu tahun ini kami sudah berupaya mencurahkan yang terbaik dalam banyak hal,’’ ungkap Gus Bupati seraya bersyukur, kemarin (19/2).
Pencapaian keberhasilan atas arah kebijakan dan pembangunan daerah yang berdampak pada masyarakat pun banyak dibuktikan. Indeks pembangunan manusia (IPM), misalnya. Gus Bupati menegaskan, IPM Kabupaten Mojokerto terjadi peningkatan.
Dari sebelumnya 76,69 menjadi 77,46 pada tahun 2025. Pihaknya optimistis, angka tersebut juga akan terus meningkat. ’’Di tengah kualitas pembangunan manusia di Kabupaten Mojokerto terus membaik dan kompetitif di tingkat regional, masih terdapat ruang peningkatan untuk mengejar capaian IPM yang lebih tinggi,’’ tegasnya.
Selanjutnya, sektor pertumbuhan ekonomi juga melesat hingga mencapai 6,05 persen. Pertumbuhan tertinggi dari sektor sekunder akibat didorong oleh meningkatnya produksi industri pengolahan. Terutama industri makanan dan minuman (mamin). Disusul peningkatan penggunaan listrik dan air.
’’Pertumbuhan ekonomi kita sangat fantastis di atas rata-rata nasional dan provinsi 6,05. Ini menandakan bahwa arah kebijakan pembangunan daerah yang kita jalankan berada pada jalur yang tepat,’’ jelasnya.
Selanjutnya, angka kemiskinan Kabupaten Mojokerto turun dari 9,37 menjadi 8,79. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari 3,87 menjadi 3,49. Angka harapan hidup juga naik dari 74,95 menjadi 75,46.
’’Angka-angka tersebut menunjukkan kinerja yang positif selama satu tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan masih banyak kekurangan dari kepemimpinan kami. Kami selalu mohon dukungan, doa, dan masukan dari seluruh masyarakat,’’ urai Gus Bupati.
Sederet pencapaian tersebut tetap tak lantas membuat Gus Bupati puas diri. Memasuki tahun kedua era kepemimpinannya bersama dr. Rizal, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Mojokerto tersebut memiliki harapan besar.
Para OPD harus tetap fokus pada peningkatan kinerja di semua sektor untuk mewujudkan Kabupaten Mojokerto lebih maju, adil, dan makmur, sebagaimana visi lima tahun ke depan.
’’Harapan di tahun kedua kami berupaya lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Meski dalam kondisi yang seperti sekarang ini, kita terus akan berupaya untuk meningkatkan PAD kita untuk menyukseskan dan menjalankan program-program kita,’’ paparnya.
Pihaknya menyadari, pemangkasan transfer pusat ke daerah (TKD) sebesar Rp 316 miliar di tahun berjalan sangat berdampak terhadap pembangunan daerah. Namun, situasi itu tak seharusnya membuat patah arang, melainkan harus tetap optimistis.




